BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Organogenesis adalah suatu proses
pembentukan organ yang berasal dari tiga
lapisan germinal embrio yang telah terbentuk terlebih dahulu pada tahap
gastrulasi. Masing- masing lapisan yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm akan
membentuk suatu bumbung yang akan
berkembang menjadi sistem organ tertentu yang berbeda namun berkaitan satu
dengan yang lain. Pada organogenesis juga terjadi tahap pertumbuhan akhir
embrio yaitu penyelesaian secara halus bentuk definitif menjadi ciri suatu
individu (Anonim, 2011).
Lapisan-lapisan tersebut berkembang
menjadi turunan jaringan dan organ masing-masing pada saat dewasa.
Misalnya lapisan Ektoderm akan
berdiferensiasi menjadi cor (jantung), otak (sistem saraf), integumen (kulit),
rambut dan alat indera. Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot,
rangka (tulang/osteon), alat reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran
darah dan alat ekskresi seperti ren. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi
menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo.
Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam
pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup. Contohnya : Lapisan mesoderm
dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak
mata. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar
pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo. Imbas embrionik yaitu pengaruh
dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada
makhluk hidup. Contohnya : Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang
keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata (Anonim, 2011).
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimanakah kelainan
kelainan turunan Endoderm?
2.
Bagaimanakah kelainan-kelainan turunan Ektoderm ?
3.
Bagaimanakah
kelainan-kelainan Mesoderm ?
C.
Tujuan
Adapun
tujuan penyusunan makalah ini meliputi :
1.
Mengetahui kelaianan-kelainan Endoderm
2.
Mengetahui kelainan-kelainan dari Ektoderm
3.
Mengetahui kelainan-kelainan Mesoderm
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Kelainan-kelainan
Turunan Endoderm
Selama perkembangan awal, kebanyakan
hewan melalui proses yang disebut gastrulasi. Ini menyusun sel-sel
embrio, sekarang disebut gastrula, untuk menghasilkan lapisan germinal
embrio yang berbeda. Beberapa hewan yang diploblastik dan hanya memiliki dua
lapisan germ: endoderm dan ektoderm. Endoderm adalah lapisan germinal terdalam
dan dikelilingi oleh ektoderm dibagian luar.
Ubur-ubur, anemon laut, karang, dan
ubur-ubur sisir adalah diploblastik. Sebagian besar hewan lain, termasuk
manusia, adalah triploblastik. Ini berarti bahwa mereka memiliki tiga lapisan
germinal yang berbeda. Di antara endoderm dan ektoderm adalah lapisan yang
disebut mesoderm. Masing-masing lapisan jaringan ini akan berkembang menjadi
struktur dewasa yang berbeda. Sebagai contoh, pada manusia:
- Ektoderm: berkembang menjadi sistem saraf (otak dan sumsum tulang belakang) dan lapisan kulit luar.
- Mesoderm: memproduksi sebagian besar sistem organ Anda, termasuk sistem tulang dan otot Anda.
- Endoderm: berkembang menjadi hanya Anda jaringan terdalam dan organ.
Derivatif dari endoderm
Ø Saluran pencernaan Lapisan epitel dalam dari sebagian besar saluran
pencernaan berasal dari endoderm. Saluran pencernaan adalah tabung sistem
pencernaan Anda yang meliputi mulut, faring (tenggorokan), esophagus (tabung
yang mengarah ke perut), perut, usus, dan anus. Lapisan mulut dan anus adalah
bagian eksternal yang paling dan benar-benar berasal dari lapisan ektoderm.
Namun, sisa dari lapisan gastrointestinal tidak dikembangkan dari endoderm.
Ø Saluran pernapasan
Saluran
pernapasan berjalan dari hidung ke paru-paru Anda. Jaringan yang melapisi
bagian hidung bagian dalam Anda terbuat dari ektoderm, tapi sisa lapisan
saluran pernapasan berasal dari endoderm. Ini termasuk laring (kotak suara),
trakea (tenggorokan), tabung kecil yang mengarah ke paru-paru, dan permukaan
pernafasan dari paru-paru.
Ø Saluran Kemih
Bagian dari
kandung kemih dan uretra dari sistem urin berasal dari endoderm. Ini saluran
kemih menyimpan kandung urine sampai uretra melepaskannya di luar tubuh.
Adapun
kelainan-kelainan pada turunan Endoderm
1. Gastroschisis
Gastroschisis adalah cacat lahir
pada dinding perut, di mana usus bayi tergantung keluar tubuh tanpa lapisan
pelindung melalui lubang di dekat pusar. Lubang pada dinding perut yang
menyebabkan usus atau organ lainnya tergantung diluar tubuh biasanya berada di
sebelah kanan pusar. Ukuran lubang tersebut berbeda-beda pada tiap penderita. Kondisi
yang disebabkanoleh gastroschisis hampir mirip dengan omfalokel, namun pada
omfalokel usus dan organ tubuh lainnya tergantung di luar tubuh terbungkus
dengan membran tipis. Pencegahan
Tindakan yang biasa digunakan oleh dokter untuk menangani gastroschisis adalah
pembedahan darurat. Bayi yang megidap kelainan ini biasanya membutuhkan
tindakan pembedahan lebih dari sekali. Prosedur umum yang dilkaukan untuk
pembedahan adalah memasukan kembali organ yang berada di luar perut, kemudian
memasang kain pembalut yang biasa untuk menekan perut sehingga menahan usus
tetap di dalam rongga perut, sampai luka sembuh sendiri. Perawatannya yaitu
dengan memberi nutrisi lewat infus dan memberi obat antibiotik untuk mencegah
infeksi.
Sumber : gambar gastroschisis
2.
Sindrom respiratory distress (RDS)
RDS ini adalah gangguan pernapasan
yang mempengaruhi bayi yang baru lahir. Kelainan ini sering terjadi pada bayi
prematur yang lahir sekitar 6 minggu atau lebih sebelum tanggal jatuh tempo.
RDS sering terjadi pada bayi prematur karena paru-paru mereka tidak mampu
membuat cukup surfaktan. Surfaktan yaitu cairan yang melapisi bagian dalam
paru-paru.
Pencegahan Untuk mencegah terjadinya
RDS maka dilakukan :
Ø Perawatan
prenatal yang baik, mulai sedini munngkin dalam kehamilan
Ø Makan
makanan yanng sehat dan konsumsi suplement tambahan seperti vitamin dan tablet
penambah besi
Ø Hindari rokok, alkohol dan narkoba
Ø Pada
saat kehamilan, hindari konsumsi obat atau jamu yang dijual bebas tanpa resep
dokter
Ø Perbanyak asupan makan bergizi
Ø Pola
hidup sehat dan cukup olahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh
Gambar Respiratory Distress
Syndrom (RDS)
3. Esophageal stenosis
Kelainan ini akan terjadi dekat kerongkongan
yang akan mempersempit kerongkongan. Penyempitan ini bisa diakibatkan oleh
trauma, pembedahan, peradangan kronis, dan radiasi. Stenosis esopagus dapat
menyebabkan kesulitan menelan, terutama makanan yang padat.
Pencegahan Untuk mencegah terjadinya kelainan ini maka
perlu dilaksanakan langkah-langkah berikut yakni konsultasi dengan dokter jika
terkena kelainan esophagus stenosisi atau penyempitan esopagus ini, hindari
konsumsi zat kaustik dan jauhkan zat korosif.
Sumber : gambar esophagus
stenosis
4. Extrahepatic
biliary atresia
Disebabkan
karena kegagalan dalam rekanalisasi duktus selama perkembangan. Pencegahan Untuk
mencegah terjadinya kelainan ini maka dilakukan tindakan kasai. Tindakan kasai
adalah pengobatan utama bagi kelainan ini. Pada tindakan ini saluran empedu
yang telah rusak akan diangkat dan akan diganti dengan bagian kecil dari usus. Sehingga, cairan empedu dapat mengalir dengan normal. Ini
bukanlah tindakan kuratif, tapi paling tidak cairan empedu dapat mengalir ke
usus. Dengan demikian, dapat mengurangi gejala-gejala yang muncul, misalnya
penyakit kuning.
Gambar
extrahepatic biliary atresia
5. Pankreas annular
Pankreas
annular ini adalah kondisi langka dimana bagian kedua duodenum dikelilingi oleh
cincin jaringan pankreas yang terus berlanjut dengan kepala pankreas. Bagian
pankreas ini bisa menyempitkan duodenum dan menghalangi atau mengganggu aliran
makanan ke sisa usus.
PencegahanKita tidak bisa mencegah pankreas
annular. Namun ada beberapa langkah yang harus dilakukan saat kehamilan agar
bayi yang sehat :
a. pertahankan diet
sehat selama kehamilan termasuk buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
b.
menemui dokter secara teratur untuk memeriksa prenatal
c.
jangan mengonsumsi alkohol
d.
jangan merokok bagi suami di dekat kehamilan.
Gambar
pankreas annular
B. Kelainan-kelainan
pada turunan Ektoderm
1. Spina
Bifida
Spina Bifida termasuk dalam kelompok neural tube
defect yaitu suatu celah pada
tulang
belakang yang terjadi karena bagian dari satu atau beberapa vertebra gagal
menutup
atau
gagal terbentuk secara utuh. Kelainan ini biasanya disertai kelainan di daerah
lain,
misalnya
hidrosefalus, atau gangguan fungsional yang merupakan akibat langsung spina
bifida
sendiri, yakni gangguan neurologik yang mengakibatkan gangguan fungsi otot dan
pertumbuhan
tulang pada tungkai bawah serta gangguan fungsi otot sfingter.
Pencegahan Spina Bifida Langkah utama untuk menghindari terjadinya spina bifida adalah dengan mencukupi kebutuhan asam folat, terutama selama masa kehamilan. Konsumsi zat ini umumnya dianjurkan sejak sebelum masa kehamilan. Dosis asam folat yang disarankan adalah sebanyak 400 mikrogram per hari. Selain ibu hamil dan wanita yang sedang merencanakan kehamilan, wanita pada usia subur juga diajurkan untuk mengonsumsi suplemen asam folat. Zat ini juga dapat diperoleh secara alami dari makanan, seperti bayam, kuning telur, kacang-kacangan, serta brokoli.
Gambar
Spina Bifida
2.
Labiopalatoskisis
(Celah Bibir dan Langit-langit)
Labiopalatoskisis adalah kelainan kongenital pada
bibir dan langit-langit yang dapat
terjadi
secara terpisah atau bersamaan yang disebabkan oleh kegagalan atau penyatuan
struktur
fasial embrionik yang tidak lengkap. Kelainan ini cenderung bersifat diturunkan
(hereditary),
tetapi dapat terjadi akibat faktor non-genetik. Palatoskisis adalah adanya
celah pada garis tengah palato yang disebabkan oleh kegagalan penyatuan susunan
palato pada masa kehamilan 7-12 minggu. Komplikasi potensial meliputi infeksi,
otitis media, dan kehilangan pendengaran.
Berikut
adalah beberapa saran tentang bagaimana mencegah mendapatkan anak dengan bibir
sumbing dan celah langit-langit.
·
Jika Anda memiliki riwayat keluarga bibir
sumbing dan celah langit-langit, Anda mungkin ingin berkonsultasi dengan
konselor genetik sebelum mendapatkan anak.
·
Jika Anda berencana untuk hamil segera, tanyakan
kepada dokter Anda jika Anda memerlukan vitamin prenatal.
·
Hindari merokok tembakau dan konsumsi alkohol.
Ini dapat meningkatkan risiko memiliki anak dengan bibir sumbing dan celah
langit-langit.
·
Hindari obesitas selama kehamilan. Jika perlu,
pertimbangkan kehilangan berat sebelum hamil. Konsultasikan dengan dokter Anda
untuk cara sehat untuk menurunkan berat badan.
Gambar Labiopalatoskisis
3.
Hidrosefalus
Hidrosefalus adalah kelainan patologis otak yang
mengakibatkan bertambahnya
cairan
serebrospinal dengan atau pernah dengan tekanan intrakranial yang meninggi, sehingga
terdapat pelebaran ventrikel dan dapat diakibatkan oleh gangguan reabsorpsi LCS
(hidrisefalus komunikans) atau diakibatkan oleh obstruksi aliran LCS melalui
ventrikel dan masuk ke dalam rongga subaraknoid (hidrosefalus non komunikans).
Hidrosefalus dapat timbul sebagai hidrosefalus kongenital atau hidrosefalus
yang terjadi postnatal. Secara klinis, hidrosefalus kongenital dapat terlihat
sebagai pembesaran kepala segera setelah bayi lahir, atau terlihat sebagai
ukuran kepala normal tetapi tumbuh cepat sekali pada bulan pertama setelah
lahir. Peninggian tekanan intrakranial menyebabkan iritabilitas, muntah,
kehilangan nafsu makan, gangguan melirik ke atas, gangguan pergerakan bola
mata, hipertonia ekstrimitas bawah, dan hiperefleksia. Etiologi hidrosefalus
kongenital dapat bersifat heterogen. Pada dasarnya meliputi produksi cairan
serebrospinal di pleksus korioidalis yang berlebih, gangguan absorpsi di vilus
araknoidalis, dan obsruksi pada sirkulasi cairan serebrospinal.
Penanganannya dapat meliputi operasi dengan
memasukkan shunt, obat-obatan dan terapi/rehabilitiasi. Pada anak-anak, bila
hidrosefalus tidak segera ditangani maka akan menyebabkan jaringan otak tidak
dapat berkembang dengan baik yang menimbulkan gangguan kecerdasan dan
perkembangan motorik terhambat. Tujuan penanganan pada kasus hidrosefalus
adalah untuk mengurangi atau mencegah kerusakan pada otak dengan cara
memperlancar (mengalirkan) cairan CSF yang tersumbat keluar. Jika memungkinkan
dapat dilakukan dengan jalan operasi untuk menghilangkan sumbatan pada otak.
Jika tidak memungkinkan, penanganannya dilakukan dengan menempatkan pipa kecil
bernama shunt di otak untuk mengalirkan cairan CSF keluar (ke bagian tubuh
lain, seperti ke perut yaitu tempat dimana cairan tersebut dapat diserap
selayaknya sistem penyerapan normal).
Gambar Hidrosefalus
4.
Anensefalus
Anensefalus adalah suatu keadaan dimana sebagian
besar tulang tengkorak dan otak
tidak
terbentuk. Anensefalus merupakan suatu kelainan tabung saraf yang terjadi pada
awal perkembangan janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk
otak. Salah satu
gejala
janin yang dikandung mengalami anensefalus jika ibu hamil mengalami polihidramnion
(cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak). Prognosis untuk kehamilan dengan
anensefalus sangat sedikit. Jika bayi lahir hidup, maka biasanya akan mati
dalam beberapa jam atau hari setelah lahir.
Penanganan dan pencegahan janin / bayi baru
lahir dengan anensephalus:
Penanganan pada bayi anensephalus akan ditujukan untuk memberikan dukungan emosional kepada keluarga. Karena tidak ada pengobatan untuk anenshepalus, kurangnya pembentukan otak, sekitar 75 % dapat menyebabkan bayi lahir mati. Resiko terjadinya anenshepalus bisa dikurangi dan dicegah dengan meningkatkan asupan asam folat 400 mikrogram sehari pada wanita usia subur atau selambat-lambatnya pada wanita yang sedang hamil pada awal trimester pertama (3 bulan pertama) dimana merupakan saat-saat terpenting pembentukan tabung saraf. Pemberian dapat berupa suplemen atau asam folat yang dapat ditemukan dalam makanan dan minuman seperti susu, sereal, buah- buahan seperti alpukat, papaya, jeruk, stroberry. Makanan yang mengandung asam folat hendaknya dikonsumsi bersamaan dengan sayuran dan karbohidrat yang seimbang. Ada brokoli, wortel dan bayam yang juga mengandung asam folat dan juga berfungsi sebagai sayuran. Sumber karbohidrat yang baik adalah gandum.
Penanganan pada bayi anensephalus akan ditujukan untuk memberikan dukungan emosional kepada keluarga. Karena tidak ada pengobatan untuk anenshepalus, kurangnya pembentukan otak, sekitar 75 % dapat menyebabkan bayi lahir mati. Resiko terjadinya anenshepalus bisa dikurangi dan dicegah dengan meningkatkan asupan asam folat 400 mikrogram sehari pada wanita usia subur atau selambat-lambatnya pada wanita yang sedang hamil pada awal trimester pertama (3 bulan pertama) dimana merupakan saat-saat terpenting pembentukan tabung saraf. Pemberian dapat berupa suplemen atau asam folat yang dapat ditemukan dalam makanan dan minuman seperti susu, sereal, buah- buahan seperti alpukat, papaya, jeruk, stroberry. Makanan yang mengandung asam folat hendaknya dikonsumsi bersamaan dengan sayuran dan karbohidrat yang seimbang. Ada brokoli, wortel dan bayam yang juga mengandung asam folat dan juga berfungsi sebagai sayuran. Sumber karbohidrat yang baik adalah gandum.
Apapun makanan yang
mengandung asam folat yang dikonsumsi, sebaiknya diiringi dengan asupan kadar
gizi yang seimbang guna membuat kondisi tubuh menjadi lebih stabil dan
terhindari dari pengaruh buruk radikal bebas, apalagi untuk calon ibu yang
sedang hamil . Selain itu pencegahan dapat juga dilakukan dengan :
v Usahakan untuk tidak hamil jika usia
ibu sudah mencapai 40 tahun.
v Lakukan
pemeriksaan kehamilan atau antenatal care yang rutin dan usahakan untuk
melakukan USG minimal tiap trimester.
v Jalani pola hidup sehat. Hentikan kebiasaan
merokok dan hindari asap rokok, alkohol dan narkoba karena dapat menghambat
pertumbuhan janin serta memperbesar peluang terjadinya kelainan kongenital dan
kegugura
v Penuhi kebutuhan akan asam folat.
v Hindari asupan vitamin A berdosis
tinggi. Vitamin A termasuk jenis vitamin yang tak larut dalam air tapi larut
dalam lemak. Jadi, bila kelebihan akan tertimbun dalam tubuh. Dampaknya antara
lain janin mengalami urogenital abnomali (terdapat gangguan sistem kencing
dalam kelamin), mikrosefali (ukuran kepala kecil), terdapat gangguan kelenjar
adrenal.
v Jangan minum sembarang obat baik yang
belum ataupun sudah diketahui memberi efek buruk terhadap janin.
v Pilih makanan dan masakan yang sehat.
Salah satunya hindari daging yang dimasak setengah matang (steak atau sate).
Dikhawatirkan daging itu masih membawa kuman penyakit yang membahayakan janin
dan ibunya.
v Kalau ada infeksi obatilah segera :
terutama infeksi TORCH (TOksoplasma, Rubela, Citomegalo, dan Herpes). Paling
baik lakukan tes TORCH pada saat kehamilan masih direncanakan bukan setelah
terjadinya pembuahan. Jika ibu diketahui sedang terinfeksi pengobatan bisa
langsung dilakukan
Gambar 2.4. Anensefalus
5.
Omfalokel
Omfalokel adalah kelainan yang berupa protusi isi
rongga perut ke luar dinding perut
sekitar
umbilicus, benjolan terbungkus dalam suatu kantong. Omfalokel terjadi akibat hambatan
kembalinya usus ke rongga perut dari posisi ekstra-abdominal di daerah
umbilicus
yang
terjadi dalam minggu keenam sampai kesepuluh kehidupan janin. Terkadang
kelainan ini bersamaan dengan terjadinya kelainan kongenital lain, misalnya
sindrom down. Pada omfalokel yang kecil, umumnya isi kantong terdiri atas usus
saja sedangkan pada yang besar dapat pula berisi hati atau limpa.
Penanganan
Tindakan
operasi sebagai salah satu yang harus dipertimbangkan agar tidak terjadi cedera
pada usus dan infeksi perut, segera dilakukan pembedahan untuk menutup
omfalokel. Sebelum dilakukan operasi, bila kantong belum pecah, harus diberi
merkurokrom dan diharapkan akan terjadi penebalan selaput yang menutupi kantong
tersebut sehingga operasi dapat ditunda sampai beberapa bulan. Sebaiknya
operasi dilakukan segera sesudah lahir, tetapi harus diingat bahwa dengan
memasukkan semua isi usus dan otot visera sekaligus ke rongga abdomen akan
menimbulkan tekanan yang mendadak pada paru sehingga timbul gejala gangguan
pernapasan. Tindakan yang dapat dilakukan ialah dengan melindungi kantong
omfalokel dengan cairan anti septik misalnya betadin dan menutupnya dengan kain
dakron agar tidak tercemar. Setelah itu segera melaksanakan persiapan untuk
merujuk ke Rumah Sakit untuk segera dilakukan pembedahan menutup omfalokel agar
tidak terjadi cedera pada usus dan infeksi perut.
Omfalokel adalah suatu hernia pada pusat, sehingga isi perut keluar dan
dibungkus suatu kantong peritoneum. Penanganannya adalah secara operatif dengan
menutup lubang pada pusat. Kalau keadaan umum bayi tidak mengizinkan, isi perut
yang keluar dibungkus steril dulu setelah itu baru dioperasi. Agar tidak
terjadi cedera pada usus dan infeksi perut, segera dilakukan pembedahan untuk
menutup omfalokel. Sebelum dilakukan operasi, bila kantong belum pecah, harus
diberi merkurokrom dan diharapkan akan terjadi penebalan selaput yang menutupi
kantong tersebut sehingga operasi dapat ditunda sampai beberapa bulan.
Sebaiknya operasi dilakukan segera sesudah lahir, tetapi harus diingat bahwa
dengan memasukkan semua isi usus dan otot visera sekaligus ke rongga abdomen
akan menimbulkan tekanan yang mendadak pada paru sehingga timbul gejala
gangguan pernapasan.
Gambar Omfalokel
C.
Kelainan-kelaianan
Turunan Mesoderm
1.
Polydactyly
Polidactyly
ini terjadinya duplikasi jari-jari tangan dan kaki melebihi dari biasanya
(muttaqin,2008). Kelainan dapat terjadi mulai dari duplikasi yang berupa
jaringan lunak sampai duplikasi yang disertai dengan metacarpal dan phalang
sendiri. Selama perkembangan embrio normal maka tangan yang awalnya berbentuk
dayung akan terbelah menjadi jari yang terpisah. Polydactyly terjadi bila ada
kesalahan dalam proses ini, dan jari tambahan terbentuk stelah satu jari
terbelah menjadi dua.Banyak kasus tampaknya terjadi tanpa sebab yang jelas,
sementara beberapa kasus terjadi karena cacat genetik adanya sindrom keturunan.
Biasanya hanya satu tangan yang terpengaruh. Pada populasi orang kulit hitam
tambahan pada jari kelingking (post axial polydactyly) adalah yang paling umum.
Polydactyly didiagnosa setelah pemeriksaan riwayat kesehatan menyeluruh dan
juga pemeriksaan fisik yang hati-hati. Sinar-
X sering digunakan untuk mengonfirmasikan diagnosa dan mengidentifikasi
setiap keterlibatan tulang jari-jari dan tangan.
Pencegahan
Pengobatan non bedah dapat dilakukan dengan memasang belat. Sedangkan metode
pembedahan dapat meliputi operasi terbuka yang bertujuan untuk memperbaiki
jaringan halus atau pecangkokan tulang, apabila gangguan terjadi pada tulang
tangan. Pada umumnya, pengobatan akan lebih mudah dilakukan apabila hanya kulit
dan jaringan halus yang ditangani, karena keduanya lebih lunak dan mudah untuk
di ubah. Apabila gangguan tangan juga menyerang tulang dan sendi, maka resiko
proses pengubahan akan bertanbah. Risiko tersebut harus ikut dipertimbangkan
selama proses pengobatan.
Sumber
: gambar polydactyly
2.
Kelainan
Skoliosis
Skoliosis
adalah kondisi kelengkungan abnormal ke arah samping pada tulang belakang.
Kelengkungan ini umumnya terjadi pada sekitar segmen leher (servikal), dada
(torakal), dan pinggang (lumbal). Dari seluruh dunia, anak-anak usia 10-14
tahun, sekitar 4% di antaranya akan mengalami masalah kelainan tulang belakang
ini, dengan risiko lebih besar terjadi pada anak perempuan. Ada beberapa hal
yang dapat menjadi penyebab skloliosis. Di antaranya karena bawaan (kongenital)
serta karena masalah neuromuskuler (kelumpuhan otot) yang ditimbulkan akibat
inveksi penyakit polio, cerebral palsy, osteoporosis juvenil, dan distrofi
otot. Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang sangat mudah
diidentifikasi. Penderita umumnya akan memiliki gejala-gejala yang tampak,
seperti : Melengkungnya tulang belakang ke arah samping secara abnormal Bahu
dan pinggul tingginya tidak sama antara yang kiri dan kanan Sering mengalami nyeri punggung terutama
setelah berdiri atau duduk terlalu lama Adanya gangguan pernafasan (pada
kondisi skoliosis parah dengan derajat kelengkungan >60 derajat)
Skioliosis
adalah kelainan tulang belakang yang masih dapat disembuhkan. Akan tetapi,
pengobatan biasanya akan tergantung dari penyebab, lokasi, serta berapa derajat
kelengkungan tulang belakang yang diderita. Pengobatan skioliosis yang
paling sering dilakukan adalah dengan terapi penggunaan alat penyangga (brace)
untuk menurukan progresivitas kelengkungan, terapi elektrospinal, serta melalui
pembedahan dan pemasangan logam pembantu
Gambar
kelainan Skoliosis
3. Kelainan Lordosis
Lordosis
adalah jenis kelainan tulang belakang yang dapat diidentifikasi dengan adanya
bengkokan pada tulang punggung bagian bawah jika dilihat dari belakang.
Kelainan tulang belakang ini tidak menunjukan gejala yang sama pada setiap
penderitanya. Akan tetapi, penonjolan bokong, gangguan perkembangan paha,
distrofi muskuler, dan gangguan neuromuskuler sering kali menjadi tanda yang
paling mudah diketahui.
Beberapa penderita yang mengalami lordosis umumnya juga menunjukan gejala yang hampir sama dengan gejala deformitas tulang belakang lainnya. Oleh karena itu, untuk membedakan apakah suatu gejala yang muncul benar-benar merupakan gejala lordosis, beberapa pemeriksaan seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI), pemeriksaan sinar X, atau pemeriksaan Computed Tomography Scan (CT Scan) mutlak dilakukan.
Beberapa penderita yang mengalami lordosis umumnya juga menunjukan gejala yang hampir sama dengan gejala deformitas tulang belakang lainnya. Oleh karena itu, untuk membedakan apakah suatu gejala yang muncul benar-benar merupakan gejala lordosis, beberapa pemeriksaan seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI), pemeriksaan sinar X, atau pemeriksaan Computed Tomography Scan (CT Scan) mutlak dilakukan.
Jika
lordosis disebabkan karena kelainan sikap tubuh, terapi sikap duduk, tidur, dan
sikap aktivitas lainnya adalah metode pengobatan yang bisa menjadi pilihan.
Akan tetapi jika lordosis disebabkan karena adanya gangguan paha, maka
pengobatan neurotherapy adalah satu-satunya jalan yang dapat ditempuh.
Gambar
Kelainan Lordosis
4. Kelainan
pada Tulang Osteoporosis
Steoporosis
adalah penurunan densitas tulang, kerusakan arsitektur tulang, dan meluasnya
kerapuhan tulang sehingga menurunkan kekuatan tulang. Padahal tulang adalah
jaringan keras yang melindungi bagian vital tubuh dan membuat manusia dapat
tegak, berjalan, dan mengangkat beban berat. jadi bagaimana bisa beraktivitas
jika tulang kita rapuh.
Osteoporosis
atau keropos tulang umunya lebih rentan diderita pada kaum wanita dibanding
Pria. Berdasarkan penelitian di Amerika serikat, lebih dari 1,5 juta penderita
patah tulang karena osteoporosis tiap tahunnya diderita oleh kaum wanita.
karena wanita akan mengalami Menopause yang dapat menurunkan massa tulang,
sehingga selama Menopause massa tulang dapat turun drastis kurang lebih sekitar
10% dari yang normal sehingga dapat menyebabkan kerapuhan atau keropos tulang.
Kondisi rendahnya massa tulang ini bisanya baru disadari setelah seseorang
mengalami patah tulang, umumnya terjadi pada tulang pinggul, tulang belakang atau
tulang pergelangan tangan. Kekuatan massa tulang seseorang tergantung dari
ukuran dan kepadatan tulang itu sendiri. kepadatan tulang sanagt tergantung
pada jumlah asupan calsium, Phospor, dan mineral lainnya yang dibutuhkan oleh
tulang. ketika tulang mengalami kekurangan asupan mineral, maka kepadatan
tulang akan berkurang, sehingga menyebabkan kerapuhan dan mengalami perubahan
struktur.
Para
Ilmuwan telah banyak belajar dan meneliti penyebab terjadinya kerapuhan pada
tulang, ternyata berkaitan dengan proses pembentukan tulang dalam tubuh. Tulang
secara berkesinambungan mengalami proses pergantian atau regenerasi. Secara
alamiah regenerasi sel tulang terjadi sekitar 2 sampai 3 bulan, proses ini akan
meningkatkan massa tulang yang berfungsi menguatkan tulang kita. Namun ketika
umur menginjak 35-40 tahun proses regenerasi sel perlahan-lahan menurun dan
dapat menurunkan massa kepadatan tulang, sehingga dapat meningkatkan resiko
osteoporosis atau keropos tulang.
Selain itu kurangnya asupan vitamin D dan kalsium, Phospor dan mineral lainnya dalam makanan, kondisi tubuh yang terlalu stress, gangguan kelenjar endokrin, asupan obat-obatan yang mengandung cortikosteroid juga dapat meningkatkan resiko terkena Osteoporosis.
Selain itu kurangnya asupan vitamin D dan kalsium, Phospor dan mineral lainnya dalam makanan, kondisi tubuh yang terlalu stress, gangguan kelenjar endokrin, asupan obat-obatan yang mengandung cortikosteroid juga dapat meningkatkan resiko terkena Osteoporosis.
GEJALA:
patah tulang belakang, rasa nyeri, mulai dari ringan, sedang dan berat sampai
tidak bisa bangun. patah tulang sendi pinggul selain nyeri hebat, juga tidak
dapat berjalan selama lebih dari 6 bulan.
PENCEGAHANNYA:
-perbaiki gizi pada makanan dan minuman yang mencakupi gizi lima sempurna yang
mengandung cukup kalsium untuk pembentukan kerangka tulang yang kuat. -Olah
raga yang teratur menjamin tulang dan otot tetap kuat -Usahakan untuk mendapatkan
sinar matahari selama 30 menit dalam seminggu, untuk dapat membentuk struktur
tulang yang kuat -Hindari makanan dan minuman yang dapat menyebabkan hilangnya
kalsium dari tulang seperti: daging berlemak,kopi, minuman keras, garam, obat obatan
dan rokok.
Gambar Kelainan
pada Tulang Osteoporosis
5. Sirenomella
Sirenomella
adalah cacat lahir dimana bayi yang terkena dilahirkan dengan ekstremitas
tunggal yang rendah atau dengan dua kaki yang disatukan. Gejala dan temuan
fisik yang terkait dengan kondisi ini sangat bervariasi diantara individu
yang terkena dan mungkin termasuk
malformasi tulang belakang dan sistem kerangka (umumnya dengan vertebra tidak
ada atau cacat), tidak ada atau terbelakang seks internal dan eksternalorgan,
rektum, ginjal, dan kandung kemih, pembukaan rektum tertutup dan kelainan lain
pada saluran gastrointestinal bagian bawah.
Pencegahan
: Untuk pencegahan kelainan sirenomella (mermaid syndrom) ini belum ada. Hingga
saat ini pun, para dokter dan ahli masih belum mengetahui apa sebenarnya
penyebab dari sindrom ini yang juga disebut dengan sirenomelia. Sindrom
Mermaid ini juga sangat jarang ditemui. Hanya 1: 100 ribu kehamilan.
Namun, tak semua bayi pengidap sindrom ini harus diaborsi dan bertahan
sebentar.
Gambar sirenomella (mermaid syndrom)
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan materi di atas dapat disimpulkan bahwa kelainan yang terdapat pada
turunan derivat ektoderm sangat banyak ini dikarenakan adanya pembelahan yg
kurang maksimal pada derivat tersebut sehingga terjadi kelainan. Kelainan-kelainan
ini masing-masing nya terdapat pencegahan walaupun ada satu-satu yang belum di
dapat kan bagaimana cara pencegahannya. Derivat-derivat ini antara lain yaitu
ektoderm, mesoderm dan endoderm.
B.
Saran
Sebaiknya para penyaji membuat
makalah ini dengan teliti agar hasil yang diperoleh objektif.
Selain itu, penyaji harus membuat makalah sesuai dengan prosedur
yang ada, sehingga tidak terjadi kesalahan saat penyajian makalah sehingga dapat didapatkan hasil yang
memuaskan.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Organogenesis adalah suatu proses
pembentukan organ yang berasal dari tiga
lapisan germinal embrio yang telah terbentuk terlebih dahulu pada tahap
gastrulasi. Masing- masing lapisan yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm akan
membentuk suatu bumbung yang akan
berkembang menjadi sistem organ tertentu yang berbeda namun berkaitan satu
dengan yang lain. Pada organogenesis juga terjadi tahap pertumbuhan akhir
embrio yaitu penyelesaian secara halus bentuk definitif menjadi ciri suatu
individu (Anonim, 2011).
Lapisan-lapisan tersebut berkembang
menjadi turunan jaringan dan organ masing-masing pada saat dewasa.
Misalnya lapisan Ektoderm akan
berdiferensiasi menjadi cor (jantung), otak (sistem saraf), integumen (kulit),
rambut dan alat indera. Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot,
rangka (tulang/osteon), alat reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran
darah dan alat ekskresi seperti ren. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi
menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo.
Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam
pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup. Contohnya : Lapisan mesoderm
dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak
mata. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar
pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo. Imbas embrionik yaitu pengaruh
dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada
makhluk hidup. Contohnya : Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang
keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata (Anonim, 2011).
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimanakah kelainan
kelainan turunan Endoderm?
2.
Bagaimanakah kelainan-kelainan turunan Ektoderm ?
3.
Bagaimanakah
kelainan-kelainan Mesoderm ?
C.
Tujuan
Adapun
tujuan penyusunan makalah ini meliputi :
1.
Mengetahui kelaianan-kelainan Endoderm
2.
Mengetahui kelainan-kelainan dari Ektoderm
3.
Mengetahui kelainan-kelainan Mesoderm
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Kelainan-kelainan
Turunan Endoderm
Selama perkembangan awal, kebanyakan
hewan melalui proses yang disebut gastrulasi. Ini menyusun sel-sel
embrio, sekarang disebut gastrula, untuk menghasilkan lapisan germinal
embrio yang berbeda. Beberapa hewan yang diploblastik dan hanya memiliki dua
lapisan germ: endoderm dan ektoderm. Endoderm adalah lapisan germinal terdalam
dan dikelilingi oleh ektoderm dibagian luar.
Ubur-ubur, anemon laut, karang, dan
ubur-ubur sisir adalah diploblastik. Sebagian besar hewan lain, termasuk
manusia, adalah triploblastik. Ini berarti bahwa mereka memiliki tiga lapisan
germinal yang berbeda. Di antara endoderm dan ektoderm adalah lapisan yang
disebut mesoderm. Masing-masing lapisan jaringan ini akan berkembang menjadi
struktur dewasa yang berbeda. Sebagai contoh, pada manusia:
- Ektoderm: berkembang menjadi sistem saraf (otak dan sumsum tulang belakang) dan lapisan kulit luar.
- Mesoderm: memproduksi sebagian besar sistem organ Anda, termasuk sistem tulang dan otot Anda.
- Endoderm: berkembang menjadi hanya Anda jaringan terdalam dan organ.
Derivatif dari endoderm
Ø Saluran pencernaan Lapisan epitel dalam dari sebagian besar saluran
pencernaan berasal dari endoderm. Saluran pencernaan adalah tabung sistem
pencernaan Anda yang meliputi mulut, faring (tenggorokan), esophagus (tabung
yang mengarah ke perut), perut, usus, dan anus. Lapisan mulut dan anus adalah
bagian eksternal yang paling dan benar-benar berasal dari lapisan ektoderm.
Namun, sisa dari lapisan gastrointestinal tidak dikembangkan dari endoderm.
Ø Saluran pernapasan
Saluran
pernapasan berjalan dari hidung ke paru-paru Anda. Jaringan yang melapisi
bagian hidung bagian dalam Anda terbuat dari ektoderm, tapi sisa lapisan
saluran pernapasan berasal dari endoderm. Ini termasuk laring (kotak suara),
trakea (tenggorokan), tabung kecil yang mengarah ke paru-paru, dan permukaan
pernafasan dari paru-paru.
Ø Saluran Kemih
Bagian dari
kandung kemih dan uretra dari sistem urin berasal dari endoderm. Ini saluran
kemih menyimpan kandung urine sampai uretra melepaskannya di luar tubuh.
Adapun
kelainan-kelainan pada turunan Endoderm
1. Gastroschisis
Gastroschisis adalah cacat lahir
pada dinding perut, di mana usus bayi tergantung keluar tubuh tanpa lapisan
pelindung melalui lubang di dekat pusar. Lubang pada dinding perut yang
menyebabkan usus atau organ lainnya tergantung diluar tubuh biasanya berada di
sebelah kanan pusar. Ukuran lubang tersebut berbeda-beda pada tiap penderita. Kondisi
yang disebabkanoleh gastroschisis hampir mirip dengan omfalokel, namun pada
omfalokel usus dan organ tubuh lainnya tergantung di luar tubuh terbungkus
dengan membran tipis. Pencegahan
Tindakan yang biasa digunakan oleh dokter untuk menangani gastroschisis adalah
pembedahan darurat. Bayi yang megidap kelainan ini biasanya membutuhkan
tindakan pembedahan lebih dari sekali. Prosedur umum yang dilkaukan untuk
pembedahan adalah memasukan kembali organ yang berada di luar perut, kemudian
memasang kain pembalut yang biasa untuk menekan perut sehingga menahan usus
tetap di dalam rongga perut, sampai luka sembuh sendiri. Perawatannya yaitu
dengan memberi nutrisi lewat infus dan memberi obat antibiotik untuk mencegah
infeksi.
Sumber : gambar gastroschisis
2.
Sindrom respiratory distress (RDS)
RDS ini adalah gangguan pernapasan
yang mempengaruhi bayi yang baru lahir. Kelainan ini sering terjadi pada bayi
prematur yang lahir sekitar 6 minggu atau lebih sebelum tanggal jatuh tempo.
RDS sering terjadi pada bayi prematur karena paru-paru mereka tidak mampu
membuat cukup surfaktan. Surfaktan yaitu cairan yang melapisi bagian dalam
paru-paru.
Pencegahan Untuk mencegah terjadinya
RDS maka dilakukan :
Ø Perawatan
prenatal yang baik, mulai sedini munngkin dalam kehamilan
Ø Makan
makanan yanng sehat dan konsumsi suplement tambahan seperti vitamin dan tablet
penambah besi
Ø Hindari rokok, alkohol dan narkoba
Ø Pada
saat kehamilan, hindari konsumsi obat atau jamu yang dijual bebas tanpa resep
dokter
Ø Perbanyak asupan makan bergizi
Ø Pola
hidup sehat dan cukup olahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh
Gambar Respiratory Distress
Syndrom (RDS)
3. Esophageal stenosis
Kelainan ini akan terjadi dekat kerongkongan
yang akan mempersempit kerongkongan. Penyempitan ini bisa diakibatkan oleh
trauma, pembedahan, peradangan kronis, dan radiasi. Stenosis esopagus dapat
menyebabkan kesulitan menelan, terutama makanan yang padat.
Pencegahan Untuk mencegah terjadinya kelainan ini maka
perlu dilaksanakan langkah-langkah berikut yakni konsultasi dengan dokter jika
terkena kelainan esophagus stenosisi atau penyempitan esopagus ini, hindari
konsumsi zat kaustik dan jauhkan zat korosif.
Sumber : gambar esophagus
stenosis
4. Extrahepatic
biliary atresia
Disebabkan
karena kegagalan dalam rekanalisasi duktus selama perkembangan. Pencegahan Untuk
mencegah terjadinya kelainan ini maka dilakukan tindakan kasai. Tindakan kasai
adalah pengobatan utama bagi kelainan ini. Pada tindakan ini saluran empedu
yang telah rusak akan diangkat dan akan diganti dengan bagian kecil dari usus. Sehingga, cairan empedu dapat mengalir dengan normal. Ini
bukanlah tindakan kuratif, tapi paling tidak cairan empedu dapat mengalir ke
usus. Dengan demikian, dapat mengurangi gejala-gejala yang muncul, misalnya
penyakit kuning.
Gambar
extrahepatic biliary atresia
5. Pankreas annular
Pankreas
annular ini adalah kondisi langka dimana bagian kedua duodenum dikelilingi oleh
cincin jaringan pankreas yang terus berlanjut dengan kepala pankreas. Bagian
pankreas ini bisa menyempitkan duodenum dan menghalangi atau mengganggu aliran
makanan ke sisa usus.
PencegahanKita tidak bisa mencegah pankreas
annular. Namun ada beberapa langkah yang harus dilakukan saat kehamilan agar
bayi yang sehat :
a. pertahankan diet
sehat selama kehamilan termasuk buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
b.
menemui dokter secara teratur untuk memeriksa prenatal
c.
jangan mengonsumsi alkohol
d.
jangan merokok bagi suami di dekat kehamilan.
Gambar
pankreas annular
B. Kelainan-kelainan
pada turunan Ektoderm
1. Spina
Bifida
Spina Bifida termasuk dalam kelompok neural tube
defect yaitu suatu celah pada
tulang
belakang yang terjadi karena bagian dari satu atau beberapa vertebra gagal
menutup
atau
gagal terbentuk secara utuh. Kelainan ini biasanya disertai kelainan di daerah
lain,
misalnya
hidrosefalus, atau gangguan fungsional yang merupakan akibat langsung spina
bifida
sendiri, yakni gangguan neurologik yang mengakibatkan gangguan fungsi otot dan
pertumbuhan
tulang pada tungkai bawah serta gangguan fungsi otot sfingter.
Pencegahan Spina Bifida Langkah utama untuk menghindari terjadinya spina bifida adalah dengan mencukupi kebutuhan asam folat, terutama selama masa kehamilan. Konsumsi zat ini umumnya dianjurkan sejak sebelum masa kehamilan. Dosis asam folat yang disarankan adalah sebanyak 400 mikrogram per hari. Selain ibu hamil dan wanita yang sedang merencanakan kehamilan, wanita pada usia subur juga diajurkan untuk mengonsumsi suplemen asam folat. Zat ini juga dapat diperoleh secara alami dari makanan, seperti bayam, kuning telur, kacang-kacangan, serta brokoli.
Gambar
Spina Bifida
2.
Labiopalatoskisis
(Celah Bibir dan Langit-langit)
Labiopalatoskisis adalah kelainan kongenital pada
bibir dan langit-langit yang dapat
terjadi
secara terpisah atau bersamaan yang disebabkan oleh kegagalan atau penyatuan
struktur
fasial embrionik yang tidak lengkap. Kelainan ini cenderung bersifat diturunkan
(hereditary),
tetapi dapat terjadi akibat faktor non-genetik. Palatoskisis adalah adanya
celah pada garis tengah palato yang disebabkan oleh kegagalan penyatuan susunan
palato pada masa kehamilan 7-12 minggu. Komplikasi potensial meliputi infeksi,
otitis media, dan kehilangan pendengaran.
Berikut
adalah beberapa saran tentang bagaimana mencegah mendapatkan anak dengan bibir
sumbing dan celah langit-langit.
·
Jika Anda memiliki riwayat keluarga bibir
sumbing dan celah langit-langit, Anda mungkin ingin berkonsultasi dengan
konselor genetik sebelum mendapatkan anak.
·
Jika Anda berencana untuk hamil segera, tanyakan
kepada dokter Anda jika Anda memerlukan vitamin prenatal.
·
Hindari merokok tembakau dan konsumsi alkohol.
Ini dapat meningkatkan risiko memiliki anak dengan bibir sumbing dan celah
langit-langit.
·
Hindari obesitas selama kehamilan. Jika perlu,
pertimbangkan kehilangan berat sebelum hamil. Konsultasikan dengan dokter Anda
untuk cara sehat untuk menurunkan berat badan.
Gambar Labiopalatoskisis
3.
Hidrosefalus
Hidrosefalus adalah kelainan patologis otak yang
mengakibatkan bertambahnya
cairan
serebrospinal dengan atau pernah dengan tekanan intrakranial yang meninggi, sehingga
terdapat pelebaran ventrikel dan dapat diakibatkan oleh gangguan reabsorpsi LCS
(hidrisefalus komunikans) atau diakibatkan oleh obstruksi aliran LCS melalui
ventrikel dan masuk ke dalam rongga subaraknoid (hidrosefalus non komunikans).
Hidrosefalus dapat timbul sebagai hidrosefalus kongenital atau hidrosefalus
yang terjadi postnatal. Secara klinis, hidrosefalus kongenital dapat terlihat
sebagai pembesaran kepala segera setelah bayi lahir, atau terlihat sebagai
ukuran kepala normal tetapi tumbuh cepat sekali pada bulan pertama setelah
lahir. Peninggian tekanan intrakranial menyebabkan iritabilitas, muntah,
kehilangan nafsu makan, gangguan melirik ke atas, gangguan pergerakan bola
mata, hipertonia ekstrimitas bawah, dan hiperefleksia. Etiologi hidrosefalus
kongenital dapat bersifat heterogen. Pada dasarnya meliputi produksi cairan
serebrospinal di pleksus korioidalis yang berlebih, gangguan absorpsi di vilus
araknoidalis, dan obsruksi pada sirkulasi cairan serebrospinal.
Penanganannya dapat meliputi operasi dengan
memasukkan shunt, obat-obatan dan terapi/rehabilitiasi. Pada anak-anak, bila
hidrosefalus tidak segera ditangani maka akan menyebabkan jaringan otak tidak
dapat berkembang dengan baik yang menimbulkan gangguan kecerdasan dan
perkembangan motorik terhambat. Tujuan penanganan pada kasus hidrosefalus
adalah untuk mengurangi atau mencegah kerusakan pada otak dengan cara
memperlancar (mengalirkan) cairan CSF yang tersumbat keluar. Jika memungkinkan
dapat dilakukan dengan jalan operasi untuk menghilangkan sumbatan pada otak.
Jika tidak memungkinkan, penanganannya dilakukan dengan menempatkan pipa kecil
bernama shunt di otak untuk mengalirkan cairan CSF keluar (ke bagian tubuh
lain, seperti ke perut yaitu tempat dimana cairan tersebut dapat diserap
selayaknya sistem penyerapan normal).
Gambar Hidrosefalus
4.
Anensefalus
Anensefalus adalah suatu keadaan dimana sebagian
besar tulang tengkorak dan otak
tidak
terbentuk. Anensefalus merupakan suatu kelainan tabung saraf yang terjadi pada
awal perkembangan janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk
otak. Salah satu
gejala
janin yang dikandung mengalami anensefalus jika ibu hamil mengalami polihidramnion
(cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak). Prognosis untuk kehamilan dengan
anensefalus sangat sedikit. Jika bayi lahir hidup, maka biasanya akan mati
dalam beberapa jam atau hari setelah lahir.
Penanganan dan pencegahan janin / bayi baru
lahir dengan anensephalus:
Penanganan pada bayi anensephalus akan ditujukan untuk memberikan dukungan emosional kepada keluarga. Karena tidak ada pengobatan untuk anenshepalus, kurangnya pembentukan otak, sekitar 75 % dapat menyebabkan bayi lahir mati. Resiko terjadinya anenshepalus bisa dikurangi dan dicegah dengan meningkatkan asupan asam folat 400 mikrogram sehari pada wanita usia subur atau selambat-lambatnya pada wanita yang sedang hamil pada awal trimester pertama (3 bulan pertama) dimana merupakan saat-saat terpenting pembentukan tabung saraf. Pemberian dapat berupa suplemen atau asam folat yang dapat ditemukan dalam makanan dan minuman seperti susu, sereal, buah- buahan seperti alpukat, papaya, jeruk, stroberry. Makanan yang mengandung asam folat hendaknya dikonsumsi bersamaan dengan sayuran dan karbohidrat yang seimbang. Ada brokoli, wortel dan bayam yang juga mengandung asam folat dan juga berfungsi sebagai sayuran. Sumber karbohidrat yang baik adalah gandum.
Penanganan pada bayi anensephalus akan ditujukan untuk memberikan dukungan emosional kepada keluarga. Karena tidak ada pengobatan untuk anenshepalus, kurangnya pembentukan otak, sekitar 75 % dapat menyebabkan bayi lahir mati. Resiko terjadinya anenshepalus bisa dikurangi dan dicegah dengan meningkatkan asupan asam folat 400 mikrogram sehari pada wanita usia subur atau selambat-lambatnya pada wanita yang sedang hamil pada awal trimester pertama (3 bulan pertama) dimana merupakan saat-saat terpenting pembentukan tabung saraf. Pemberian dapat berupa suplemen atau asam folat yang dapat ditemukan dalam makanan dan minuman seperti susu, sereal, buah- buahan seperti alpukat, papaya, jeruk, stroberry. Makanan yang mengandung asam folat hendaknya dikonsumsi bersamaan dengan sayuran dan karbohidrat yang seimbang. Ada brokoli, wortel dan bayam yang juga mengandung asam folat dan juga berfungsi sebagai sayuran. Sumber karbohidrat yang baik adalah gandum.
Apapun makanan yang
mengandung asam folat yang dikonsumsi, sebaiknya diiringi dengan asupan kadar
gizi yang seimbang guna membuat kondisi tubuh menjadi lebih stabil dan
terhindari dari pengaruh buruk radikal bebas, apalagi untuk calon ibu yang
sedang hamil . Selain itu pencegahan dapat juga dilakukan dengan :
v Usahakan untuk tidak hamil jika usia
ibu sudah mencapai 40 tahun.
v Lakukan
pemeriksaan kehamilan atau antenatal care yang rutin dan usahakan untuk
melakukan USG minimal tiap trimester.
v Jalani pola hidup sehat. Hentikan kebiasaan
merokok dan hindari asap rokok, alkohol dan narkoba karena dapat menghambat
pertumbuhan janin serta memperbesar peluang terjadinya kelainan kongenital dan
kegugura
v Penuhi kebutuhan akan asam folat.
v Hindari asupan vitamin A berdosis
tinggi. Vitamin A termasuk jenis vitamin yang tak larut dalam air tapi larut
dalam lemak. Jadi, bila kelebihan akan tertimbun dalam tubuh. Dampaknya antara
lain janin mengalami urogenital abnomali (terdapat gangguan sistem kencing
dalam kelamin), mikrosefali (ukuran kepala kecil), terdapat gangguan kelenjar
adrenal.
v Jangan minum sembarang obat baik yang
belum ataupun sudah diketahui memberi efek buruk terhadap janin.
v Pilih makanan dan masakan yang sehat.
Salah satunya hindari daging yang dimasak setengah matang (steak atau sate).
Dikhawatirkan daging itu masih membawa kuman penyakit yang membahayakan janin
dan ibunya.
v Kalau ada infeksi obatilah segera :
terutama infeksi TORCH (TOksoplasma, Rubela, Citomegalo, dan Herpes). Paling
baik lakukan tes TORCH pada saat kehamilan masih direncanakan bukan setelah
terjadinya pembuahan. Jika ibu diketahui sedang terinfeksi pengobatan bisa
langsung dilakukan
Gambar 2.4. Anensefalus
5.
Omfalokel
Omfalokel adalah kelainan yang berupa protusi isi
rongga perut ke luar dinding perut
sekitar
umbilicus, benjolan terbungkus dalam suatu kantong. Omfalokel terjadi akibat hambatan
kembalinya usus ke rongga perut dari posisi ekstra-abdominal di daerah
umbilicus
yang
terjadi dalam minggu keenam sampai kesepuluh kehidupan janin. Terkadang
kelainan ini bersamaan dengan terjadinya kelainan kongenital lain, misalnya
sindrom down. Pada omfalokel yang kecil, umumnya isi kantong terdiri atas usus
saja sedangkan pada yang besar dapat pula berisi hati atau limpa.
Penanganan
Tindakan
operasi sebagai salah satu yang harus dipertimbangkan agar tidak terjadi cedera
pada usus dan infeksi perut, segera dilakukan pembedahan untuk menutup
omfalokel. Sebelum dilakukan operasi, bila kantong belum pecah, harus diberi
merkurokrom dan diharapkan akan terjadi penebalan selaput yang menutupi kantong
tersebut sehingga operasi dapat ditunda sampai beberapa bulan. Sebaiknya
operasi dilakukan segera sesudah lahir, tetapi harus diingat bahwa dengan
memasukkan semua isi usus dan otot visera sekaligus ke rongga abdomen akan
menimbulkan tekanan yang mendadak pada paru sehingga timbul gejala gangguan
pernapasan. Tindakan yang dapat dilakukan ialah dengan melindungi kantong
omfalokel dengan cairan anti septik misalnya betadin dan menutupnya dengan kain
dakron agar tidak tercemar. Setelah itu segera melaksanakan persiapan untuk
merujuk ke Rumah Sakit untuk segera dilakukan pembedahan menutup omfalokel agar
tidak terjadi cedera pada usus dan infeksi perut.
Omfalokel adalah suatu hernia pada pusat, sehingga isi perut keluar dan
dibungkus suatu kantong peritoneum. Penanganannya adalah secara operatif dengan
menutup lubang pada pusat. Kalau keadaan umum bayi tidak mengizinkan, isi perut
yang keluar dibungkus steril dulu setelah itu baru dioperasi. Agar tidak
terjadi cedera pada usus dan infeksi perut, segera dilakukan pembedahan untuk
menutup omfalokel. Sebelum dilakukan operasi, bila kantong belum pecah, harus
diberi merkurokrom dan diharapkan akan terjadi penebalan selaput yang menutupi
kantong tersebut sehingga operasi dapat ditunda sampai beberapa bulan.
Sebaiknya operasi dilakukan segera sesudah lahir, tetapi harus diingat bahwa
dengan memasukkan semua isi usus dan otot visera sekaligus ke rongga abdomen
akan menimbulkan tekanan yang mendadak pada paru sehingga timbul gejala
gangguan pernapasan.
Gambar Omfalokel
C.
Kelainan-kelaianan
Turunan Mesoderm
1.
Polydactyly
Polidactyly
ini terjadinya duplikasi jari-jari tangan dan kaki melebihi dari biasanya
(muttaqin,2008). Kelainan dapat terjadi mulai dari duplikasi yang berupa
jaringan lunak sampai duplikasi yang disertai dengan metacarpal dan phalang
sendiri. Selama perkembangan embrio normal maka tangan yang awalnya berbentuk
dayung akan terbelah menjadi jari yang terpisah. Polydactyly terjadi bila ada
kesalahan dalam proses ini, dan jari tambahan terbentuk stelah satu jari
terbelah menjadi dua.Banyak kasus tampaknya terjadi tanpa sebab yang jelas,
sementara beberapa kasus terjadi karena cacat genetik adanya sindrom keturunan.
Biasanya hanya satu tangan yang terpengaruh. Pada populasi orang kulit hitam
tambahan pada jari kelingking (post axial polydactyly) adalah yang paling umum.
Polydactyly didiagnosa setelah pemeriksaan riwayat kesehatan menyeluruh dan
juga pemeriksaan fisik yang hati-hati. Sinar-
X sering digunakan untuk mengonfirmasikan diagnosa dan mengidentifikasi
setiap keterlibatan tulang jari-jari dan tangan.
Pencegahan
Pengobatan non bedah dapat dilakukan dengan memasang belat. Sedangkan metode
pembedahan dapat meliputi operasi terbuka yang bertujuan untuk memperbaiki
jaringan halus atau pecangkokan tulang, apabila gangguan terjadi pada tulang
tangan. Pada umumnya, pengobatan akan lebih mudah dilakukan apabila hanya kulit
dan jaringan halus yang ditangani, karena keduanya lebih lunak dan mudah untuk
di ubah. Apabila gangguan tangan juga menyerang tulang dan sendi, maka resiko
proses pengubahan akan bertanbah. Risiko tersebut harus ikut dipertimbangkan
selama proses pengobatan.
Sumber
: gambar polydactyly
2.
Kelainan
Skoliosis
Skoliosis
adalah kondisi kelengkungan abnormal ke arah samping pada tulang belakang.
Kelengkungan ini umumnya terjadi pada sekitar segmen leher (servikal), dada
(torakal), dan pinggang (lumbal). Dari seluruh dunia, anak-anak usia 10-14
tahun, sekitar 4% di antaranya akan mengalami masalah kelainan tulang belakang
ini, dengan risiko lebih besar terjadi pada anak perempuan. Ada beberapa hal
yang dapat menjadi penyebab skloliosis. Di antaranya karena bawaan (kongenital)
serta karena masalah neuromuskuler (kelumpuhan otot) yang ditimbulkan akibat
inveksi penyakit polio, cerebral palsy, osteoporosis juvenil, dan distrofi
otot. Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang sangat mudah
diidentifikasi. Penderita umumnya akan memiliki gejala-gejala yang tampak,
seperti : Melengkungnya tulang belakang ke arah samping secara abnormal Bahu
dan pinggul tingginya tidak sama antara yang kiri dan kanan Sering mengalami nyeri punggung terutama
setelah berdiri atau duduk terlalu lama Adanya gangguan pernafasan (pada
kondisi skoliosis parah dengan derajat kelengkungan >60 derajat)
Skioliosis
adalah kelainan tulang belakang yang masih dapat disembuhkan. Akan tetapi,
pengobatan biasanya akan tergantung dari penyebab, lokasi, serta berapa derajat
kelengkungan tulang belakang yang diderita. Pengobatan skioliosis yang
paling sering dilakukan adalah dengan terapi penggunaan alat penyangga (brace)
untuk menurukan progresivitas kelengkungan, terapi elektrospinal, serta melalui
pembedahan dan pemasangan logam pembantu
Gambar
kelainan Skoliosis
3. Kelainan Lordosis
Lordosis
adalah jenis kelainan tulang belakang yang dapat diidentifikasi dengan adanya
bengkokan pada tulang punggung bagian bawah jika dilihat dari belakang.
Kelainan tulang belakang ini tidak menunjukan gejala yang sama pada setiap
penderitanya. Akan tetapi, penonjolan bokong, gangguan perkembangan paha,
distrofi muskuler, dan gangguan neuromuskuler sering kali menjadi tanda yang
paling mudah diketahui.
Beberapa penderita yang mengalami lordosis umumnya juga menunjukan gejala yang hampir sama dengan gejala deformitas tulang belakang lainnya. Oleh karena itu, untuk membedakan apakah suatu gejala yang muncul benar-benar merupakan gejala lordosis, beberapa pemeriksaan seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI), pemeriksaan sinar X, atau pemeriksaan Computed Tomography Scan (CT Scan) mutlak dilakukan.
Beberapa penderita yang mengalami lordosis umumnya juga menunjukan gejala yang hampir sama dengan gejala deformitas tulang belakang lainnya. Oleh karena itu, untuk membedakan apakah suatu gejala yang muncul benar-benar merupakan gejala lordosis, beberapa pemeriksaan seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI), pemeriksaan sinar X, atau pemeriksaan Computed Tomography Scan (CT Scan) mutlak dilakukan.
Jika
lordosis disebabkan karena kelainan sikap tubuh, terapi sikap duduk, tidur, dan
sikap aktivitas lainnya adalah metode pengobatan yang bisa menjadi pilihan.
Akan tetapi jika lordosis disebabkan karena adanya gangguan paha, maka
pengobatan neurotherapy adalah satu-satunya jalan yang dapat ditempuh.
Gambar
Kelainan Lordosis
4. Kelainan
pada Tulang Osteoporosis
Steoporosis
adalah penurunan densitas tulang, kerusakan arsitektur tulang, dan meluasnya
kerapuhan tulang sehingga menurunkan kekuatan tulang. Padahal tulang adalah
jaringan keras yang melindungi bagian vital tubuh dan membuat manusia dapat
tegak, berjalan, dan mengangkat beban berat. jadi bagaimana bisa beraktivitas
jika tulang kita rapuh.
Osteoporosis
atau keropos tulang umunya lebih rentan diderita pada kaum wanita dibanding
Pria. Berdasarkan penelitian di Amerika serikat, lebih dari 1,5 juta penderita
patah tulang karena osteoporosis tiap tahunnya diderita oleh kaum wanita.
karena wanita akan mengalami Menopause yang dapat menurunkan massa tulang,
sehingga selama Menopause massa tulang dapat turun drastis kurang lebih sekitar
10% dari yang normal sehingga dapat menyebabkan kerapuhan atau keropos tulang.
Kondisi rendahnya massa tulang ini bisanya baru disadari setelah seseorang
mengalami patah tulang, umumnya terjadi pada tulang pinggul, tulang belakang atau
tulang pergelangan tangan. Kekuatan massa tulang seseorang tergantung dari
ukuran dan kepadatan tulang itu sendiri. kepadatan tulang sanagt tergantung
pada jumlah asupan calsium, Phospor, dan mineral lainnya yang dibutuhkan oleh
tulang. ketika tulang mengalami kekurangan asupan mineral, maka kepadatan
tulang akan berkurang, sehingga menyebabkan kerapuhan dan mengalami perubahan
struktur.
Para
Ilmuwan telah banyak belajar dan meneliti penyebab terjadinya kerapuhan pada
tulang, ternyata berkaitan dengan proses pembentukan tulang dalam tubuh. Tulang
secara berkesinambungan mengalami proses pergantian atau regenerasi. Secara
alamiah regenerasi sel tulang terjadi sekitar 2 sampai 3 bulan, proses ini akan
meningkatkan massa tulang yang berfungsi menguatkan tulang kita. Namun ketika
umur menginjak 35-40 tahun proses regenerasi sel perlahan-lahan menurun dan
dapat menurunkan massa kepadatan tulang, sehingga dapat meningkatkan resiko
osteoporosis atau keropos tulang.
Selain itu kurangnya asupan vitamin D dan kalsium, Phospor dan mineral lainnya dalam makanan, kondisi tubuh yang terlalu stress, gangguan kelenjar endokrin, asupan obat-obatan yang mengandung cortikosteroid juga dapat meningkatkan resiko terkena Osteoporosis.
Selain itu kurangnya asupan vitamin D dan kalsium, Phospor dan mineral lainnya dalam makanan, kondisi tubuh yang terlalu stress, gangguan kelenjar endokrin, asupan obat-obatan yang mengandung cortikosteroid juga dapat meningkatkan resiko terkena Osteoporosis.
GEJALA:
patah tulang belakang, rasa nyeri, mulai dari ringan, sedang dan berat sampai
tidak bisa bangun. patah tulang sendi pinggul selain nyeri hebat, juga tidak
dapat berjalan selama lebih dari 6 bulan.
PENCEGAHANNYA:
-perbaiki gizi pada makanan dan minuman yang mencakupi gizi lima sempurna yang
mengandung cukup kalsium untuk pembentukan kerangka tulang yang kuat. -Olah
raga yang teratur menjamin tulang dan otot tetap kuat -Usahakan untuk mendapatkan
sinar matahari selama 30 menit dalam seminggu, untuk dapat membentuk struktur
tulang yang kuat -Hindari makanan dan minuman yang dapat menyebabkan hilangnya
kalsium dari tulang seperti: daging berlemak,kopi, minuman keras, garam, obat obatan
dan rokok.
Gambar Kelainan
pada Tulang Osteoporosis
5. Sirenomella
Sirenomella
adalah cacat lahir dimana bayi yang terkena dilahirkan dengan ekstremitas
tunggal yang rendah atau dengan dua kaki yang disatukan. Gejala dan temuan
fisik yang terkait dengan kondisi ini sangat bervariasi diantara individu
yang terkena dan mungkin termasuk
malformasi tulang belakang dan sistem kerangka (umumnya dengan vertebra tidak
ada atau cacat), tidak ada atau terbelakang seks internal dan eksternalorgan,
rektum, ginjal, dan kandung kemih, pembukaan rektum tertutup dan kelainan lain
pada saluran gastrointestinal bagian bawah.
Pencegahan
: Untuk pencegahan kelainan sirenomella (mermaid syndrom) ini belum ada. Hingga
saat ini pun, para dokter dan ahli masih belum mengetahui apa sebenarnya
penyebab dari sindrom ini yang juga disebut dengan sirenomelia. Sindrom
Mermaid ini juga sangat jarang ditemui. Hanya 1: 100 ribu kehamilan.
Namun, tak semua bayi pengidap sindrom ini harus diaborsi dan bertahan
sebentar.
Gambar sirenomella (mermaid syndrom)
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan materi di atas dapat disimpulkan bahwa kelainan yang terdapat pada
turunan derivat ektoderm sangat banyak ini dikarenakan adanya pembelahan yg
kurang maksimal pada derivat tersebut sehingga terjadi kelainan. Kelainan-kelainan
ini masing-masing nya terdapat pencegahan walaupun ada satu-satu yang belum di
dapat kan bagaimana cara pencegahannya. Derivat-derivat ini antara lain yaitu
ektoderm, mesoderm dan endoderm.
B.
Saran
Sebaiknya para penyaji membuat
makalah ini dengan teliti agar hasil yang diperoleh objektif.
Selain itu, penyaji harus membuat makalah sesuai dengan prosedur
yang ada, sehingga tidak terjadi kesalahan saat penyajian makalah sehingga dapat didapatkan hasil yang
memuaskan.

Saya hadir buk -Rifara Suci Yulika
ReplyDeleteSaya hadir
ReplyDeleteHadir buk
ReplyDeleteHadir buk
ReplyDeleteIm here
ReplyDeletehadir buk
ReplyDeletesaya hadir buk -Nila Silvia
ReplyDeleteSaya hadir buk
ReplyDeletehadir buk
ReplyDeleteSaya hadir buk
ReplyDeletehadir buk
ReplyDeletehadir buk
ReplyDeleteHadir buk
ReplyDeleteHadir buk
ReplyDeleteHadir buk
ReplyDeletehadir
ReplyDeleteHadir buk
ReplyDelete