BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Organogenesis adalah suatu proses pembentukan organ yang berasal dari  tiga lapisan germinal embrio yang telah terbentuk terlebih dahulu pada tahap gastrulasi. Masing- masing lapisan yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm akan membentuk suatu bumbung yang  akan berkembang menjadi sistem organ tertentu yang berbeda namun berkaitan satu dengan yang lain. Pada organogenesis juga terjadi tahap pertumbuhan akhir embrio yaitu penyelesaian secara halus bentuk definitif menjadi ciri suatu individu (Anonim, 2011).

Lapisan-lapisan tersebut berkembang menjadi turunan jaringan dan organ masing-masing pada saat dewasa. Misalnya  lapisan Ektoderm akan berdiferensiasi menjadi cor (jantung), otak (sistem saraf), integumen (kulit), rambut dan alat indera. Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot, rangka (tulang/osteon), alat reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti ren. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo. Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup. Contohnya : Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo. Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup. Contohnya : Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata (Anonim, 2011).

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah kelainan kelainan turunan Endoderm?
2.      Bagaimanakah  kelainan-kelainan turunan Ektoderm ?
3.      Bagaimanakah kelainan-kelainan Mesoderm  ? 


C.     Tujuan
            Adapun tujuan penyusunan makalah ini meliputi :
1.      Mengetahui kelaianan-kelainan Endoderm
2.      Mengetahui kelainan-kelainan dari Ektoderm
3.      Mengetahui kelainan-kelainan Mesoderm
















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Kelainan-kelainan Turunan Endoderm
Selama perkembangan awal, kebanyakan hewan melalui proses yang disebut gastrulasi. Ini menyusun sel-sel embrio, sekarang disebut gastrula, untuk menghasilkan lapisan germinal embrio yang berbeda. Beberapa hewan yang diploblastik dan hanya memiliki dua lapisan germ: endoderm dan ektoderm. Endoderm adalah lapisan germinal terdalam dan dikelilingi oleh ektoderm dibagian luar.
Ubur-ubur, anemon laut, karang, dan ubur-ubur sisir adalah diploblastik. Sebagian besar hewan lain, termasuk manusia, adalah triploblastik. Ini berarti bahwa mereka memiliki tiga lapisan germinal yang berbeda. Di antara endoderm dan ektoderm adalah lapisan yang disebut mesoderm. Masing-masing lapisan jaringan ini akan berkembang menjadi struktur dewasa yang berbeda. Sebagai contoh, pada manusia:
  • Ektoderm: berkembang menjadi sistem saraf (otak dan sumsum tulang belakang) dan lapisan kulit luar.
  • Mesoderm: memproduksi sebagian besar sistem organ Anda, termasuk sistem tulang dan otot Anda.
  • Endoderm: berkembang menjadi hanya Anda jaringan terdalam dan organ.
Derivatif dari endoderm
 Ø  Saluran pencernaan Lapisan epitel dalam dari sebagian besar saluran pencernaan berasal dari endoderm. Saluran pencernaan adalah tabung sistem pencernaan Anda yang meliputi mulut, faring (tenggorokan), esophagus (tabung yang mengarah ke perut), perut, usus, dan anus. Lapisan mulut dan anus adalah bagian eksternal yang paling dan benar-benar berasal dari lapisan ektoderm. Namun, sisa dari lapisan gastrointestinal tidak dikembangkan dari endoderm.
Ø  Saluran pernapasan
Saluran pernapasan berjalan dari hidung ke paru-paru Anda. Jaringan yang melapisi bagian hidung bagian dalam Anda terbuat dari ektoderm, tapi sisa lapisan saluran pernapasan berasal dari endoderm. Ini termasuk laring (kotak suara), trakea (tenggorokan), tabung kecil yang mengarah ke paru-paru, dan permukaan pernafasan dari paru-paru.
Ø  Saluran Kemih
Bagian dari kandung kemih dan uretra dari sistem urin berasal dari endoderm. Ini saluran kemih menyimpan kandung urine sampai uretra melepaskannya di luar tubuh.
Adapun kelainan-kelainan pada turunan Endoderm
1.       Gastroschisis
            Gastroschisis adalah cacat lahir pada dinding perut, di mana usus bayi tergantung keluar tubuh tanpa lapisan pelindung melalui lubang di dekat pusar. Lubang pada dinding perut yang menyebabkan usus atau organ lainnya tergantung diluar tubuh biasanya berada di sebelah kanan pusar. Ukuran lubang tersebut berbeda-beda pada tiap penderita. Kondisi yang disebabkanoleh gastroschisis hampir mirip dengan omfalokel, namun pada omfalokel usus dan organ tubuh lainnya tergantung di luar tubuh terbungkus dengan membran tipis.          Pencegahan Tindakan yang biasa digunakan oleh dokter untuk menangani gastroschisis adalah pembedahan darurat. Bayi yang megidap kelainan ini biasanya membutuhkan tindakan pembedahan lebih dari sekali. Prosedur umum yang dilkaukan untuk pembedahan adalah memasukan kembali organ yang berada di luar perut, kemudian memasang kain pembalut yang biasa untuk menekan perut sehingga menahan usus tetap di dalam rongga perut, sampai luka sembuh sendiri. Perawatannya yaitu dengan memberi nutrisi lewat infus dan memberi obat antibiotik untuk mencegah infeksi.

           
                   Sumber : gambar gastroschisis
2.      Sindrom respiratory distress (RDS)
          RDS ini adalah gangguan pernapasan yang mempengaruhi bayi yang baru lahir. Kelainan ini sering terjadi pada bayi prematur yang lahir sekitar 6 minggu atau lebih sebelum tanggal jatuh tempo. RDS sering terjadi pada bayi prematur karena paru-paru mereka tidak mampu membuat cukup surfaktan. Surfaktan yaitu cairan yang melapisi bagian dalam paru-paru.
            Pencegahan Untuk mencegah terjadinya RDS maka dilakukan :
Ø  Perawatan prenatal yang baik, mulai sedini munngkin dalam kehamilan
Ø  Makan makanan yanng sehat dan konsumsi suplement tambahan seperti vitamin dan tablet penambah besi
Ø   Hindari rokok, alkohol dan narkoba
Ø  Pada saat kehamilan, hindari konsumsi obat atau jamu yang dijual bebas tanpa resep dokter
Ø   Perbanyak asupan makan bergizi
Ø  Pola hidup sehat dan cukup olahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh

                   Gambar Respiratory Distress Syndrom (RDS)
3.       Esophageal stenosis
            Kelainan ini akan terjadi dekat kerongkongan yang akan mempersempit kerongkongan. Penyempitan ini bisa diakibatkan oleh trauma, pembedahan, peradangan kronis, dan radiasi. Stenosis esopagus dapat menyebabkan kesulitan menelan, terutama makanan yang padat.
            Pencegahan  Untuk mencegah terjadinya kelainan ini maka perlu dilaksanakan langkah-langkah berikut yakni konsultasi dengan dokter jika terkena kelainan esophagus stenosisi atau penyempitan esopagus ini, hindari konsumsi zat kaustik dan jauhkan zat korosif.
                                 
                   Sumber : gambar esophagus stenosis
4.      Extrahepatic biliary atresia
Disebabkan karena kegagalan dalam rekanalisasi duktus selama perkembangan. Pencegahan Untuk mencegah terjadinya kelainan ini maka dilakukan tindakan kasai. Tindakan kasai adalah pengobatan utama bagi kelainan ini. Pada tindakan ini saluran empedu yang telah rusak akan diangkat dan akan diganti dengan bagian kecil dari usus. Sehingga, cairan empedu dapat mengalir dengan normal. Ini bukanlah tindakan kuratif, tapi paling tidak cairan empedu dapat mengalir ke usus. Dengan demikian, dapat mengurangi gejala-gejala yang muncul, misalnya penyakit kuning.
Gambar extrahepatic biliary atresia


5.       Pankreas annular
Pankreas annular ini adalah kondisi langka dimana bagian kedua duodenum dikelilingi oleh cincin jaringan pankreas yang terus berlanjut dengan kepala pankreas. Bagian pankreas ini bisa menyempitkan duodenum dan menghalangi atau mengganggu aliran makanan ke sisa usus.
 PencegahanKita tidak bisa mencegah pankreas annular. Namun ada beberapa langkah yang harus dilakukan saat kehamilan agar bayi yang sehat :
a. pertahankan diet sehat selama kehamilan termasuk buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
b. menemui dokter secara teratur untuk memeriksa prenatal
c. jangan mengonsumsi alkohol
d. jangan merokok bagi suami di dekat kehamilan.
                       
                  
Gambar pankreas annular

B.     Kelainan-kelainan pada turunan Ektoderm

1.      Spina Bifida
Spina Bifida termasuk dalam kelompok neural tube defect yaitu suatu celah pada
tulang belakang yang terjadi karena bagian dari satu atau beberapa vertebra gagal menutup
atau gagal terbentuk secara utuh. Kelainan ini biasanya disertai kelainan di daerah lain,
misalnya hidrosefalus, atau gangguan fungsional yang merupakan akibat langsung spina
bifida sendiri, yakni gangguan neurologik yang mengakibatkan gangguan fungsi otot dan
pertumbuhan tulang pada tungkai bawah serta gangguan fungsi otot sfingter.

            Pencegahan Spina Bifida Langkah utama untuk menghindari terjadinya spina bifida adalah dengan mencukupi kebutuhan asam folat, terutama selama masa kehamilan. Konsumsi zat ini umumnya dianjurkan sejak sebelum masa kehamilan. Dosis asam folat yang disarankan adalah sebanyak 400 mikrogram per hari. Selain ibu hamil dan wanita yang sedang merencanakan kehamilan, wanita pada usia subur juga diajurkan untuk mengonsumsi suplemen asam folat. Zat ini juga dapat diperoleh secara alami dari makanan, seperti bayam, kuning telur, kacang-kacangan, serta brokoli. 


Gambar Spina Bifida
2.      Labiopalatoskisis (Celah Bibir dan Langit-langit)
Labiopalatoskisis adalah kelainan kongenital pada bibir dan langit-langit yang dapat
terjadi secara terpisah atau bersamaan yang disebabkan oleh kegagalan atau penyatuan
struktur fasial embrionik yang tidak lengkap. Kelainan ini cenderung bersifat diturunkan
(hereditary), tetapi dapat terjadi akibat faktor non-genetik. Palatoskisis adalah adanya celah pada garis tengah palato yang disebabkan oleh kegagalan penyatuan susunan palato pada masa kehamilan 7-12 minggu. Komplikasi potensial meliputi infeksi, otitis media, dan kehilangan pendengaran.
            Berikut adalah beberapa saran tentang bagaimana mencegah mendapatkan anak dengan bibir sumbing dan celah langit-langit.
·         Jika Anda memiliki riwayat keluarga bibir sumbing dan celah langit-langit, Anda mungkin ingin berkonsultasi dengan konselor genetik sebelum mendapatkan anak.
·         Jika Anda berencana untuk hamil segera, tanyakan kepada dokter Anda jika Anda memerlukan vitamin prenatal.
·         Hindari merokok tembakau dan konsumsi alkohol. Ini dapat meningkatkan risiko memiliki anak dengan bibir sumbing dan celah langit-langit.
·         Hindari obesitas selama kehamilan. Jika perlu, pertimbangkan kehilangan berat sebelum hamil. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk cara sehat untuk menurunkan berat badan.


Gambar Labiopalatoskisis
3.      Hidrosefalus
Hidrosefalus adalah kelainan patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya
cairan serebrospinal dengan atau pernah dengan tekanan intrakranial yang meninggi, sehingga terdapat pelebaran ventrikel dan dapat diakibatkan oleh gangguan reabsorpsi LCS (hidrisefalus komunikans) atau diakibatkan oleh obstruksi aliran LCS melalui ventrikel dan masuk ke dalam rongga subaraknoid (hidrosefalus non komunikans). Hidrosefalus dapat timbul sebagai hidrosefalus kongenital atau hidrosefalus yang terjadi postnatal. Secara klinis, hidrosefalus kongenital dapat terlihat sebagai pembesaran kepala segera setelah bayi lahir, atau terlihat sebagai ukuran kepala normal tetapi tumbuh cepat sekali pada bulan pertama setelah lahir. Peninggian tekanan intrakranial menyebabkan iritabilitas, muntah, kehilangan nafsu makan, gangguan melirik ke atas, gangguan pergerakan bola mata, hipertonia ekstrimitas bawah, dan hiperefleksia. Etiologi hidrosefalus kongenital dapat bersifat heterogen. Pada dasarnya meliputi produksi cairan serebrospinal di pleksus korioidalis yang berlebih, gangguan absorpsi di vilus araknoidalis, dan obsruksi pada sirkulasi cairan serebrospinal.
Penanganannya dapat meliputi operasi dengan memasukkan shunt, obat-obatan dan terapi/rehabilitiasi. Pada anak-anak, bila hidrosefalus tidak segera ditangani maka akan menyebabkan jaringan otak tidak dapat berkembang dengan baik yang menimbulkan gangguan kecerdasan dan perkembangan motorik terhambat. Tujuan penanganan pada kasus hidrosefalus adalah untuk mengurangi atau mencegah kerusakan pada otak dengan cara memperlancar (mengalirkan) cairan CSF yang tersumbat keluar. Jika memungkinkan dapat dilakukan dengan jalan operasi untuk menghilangkan sumbatan pada otak. Jika tidak memungkinkan, penanganannya dilakukan dengan menempatkan pipa kecil bernama shunt di otak untuk mengalirkan cairan CSF keluar (ke bagian tubuh lain, seperti ke perut yaitu tempat dimana cairan tersebut dapat diserap selayaknya sistem penyerapan normal).

           
Gambar Hidrosefalus
4.      Anensefalus
Anensefalus adalah suatu keadaan dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak
tidak terbentuk. Anensefalus merupakan suatu kelainan tabung saraf yang terjadi pada awal perkembangan janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk otak. Salah satu
gejala janin yang dikandung mengalami anensefalus jika ibu hamil mengalami polihidramnion (cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak). Prognosis untuk kehamilan dengan anensefalus sangat sedikit. Jika bayi lahir hidup, maka biasanya akan mati dalam beberapa jam atau hari setelah lahir.
Penanganan dan pencegahan janin / bayi baru lahir dengan anensephalus:
Pe
nanganan pada bayi anensephalus akan ditujukan untuk memberikan dukungan emosional kepada keluarga. Karena tidak ada pengobatan untuk anenshepalus, kurangnya pembentukan otak, sekitar 75 % dapat menyebabkan bayi lahir mati. Resiko terjadinya anenshepalus bisa dikurangi dan dicegah dengan meningkatkan asupan asam folat 400 mikrogram sehari pada wanita usia subur atau selambat-lambatnya pada wanita yang sedang hamil pada awal trimester pertama (3 bulan pertama) dimana merupakan saat-saat terpenting pembentukan tabung saraf. Pemberian dapat berupa suplemen atau asam folat yang dapat ditemukan dalam makanan dan minuman seperti susu, sereal, buah- buahan seperti alpukat, papaya, jeruk, stroberry. Makanan yang mengandung asam folat hendaknya dikonsumsi bersamaan dengan sayuran dan karbohidrat yang seimbang. Ada brokoli, wortel dan bayam yang juga mengandung asam folat dan juga berfungsi sebagai sayuran. Sumber karbohidrat yang baik adalah gandum.
Apapun makanan yang mengandung asam folat yang dikonsumsi, sebaiknya diiringi dengan asupan kadar gizi yang seimbang guna membuat kondisi tubuh menjadi lebih stabil dan terhindari dari pengaruh buruk radikal bebas, apalagi untuk calon ibu yang  sedang hamil . Selain itu pencegahan dapat juga dilakukan dengan :
v  Usahakan untuk tidak hamil jika usia ibu sudah mencapai 40 tahun.
v    Lakukan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care yang rutin dan usahakan untuk melakukan USG minimal tiap trimester.
v   Jalani pola hidup sehat. Hentikan kebiasaan merokok dan hindari asap rokok, alkohol dan narkoba karena dapat menghambat pertumbuhan janin serta memperbesar peluang terjadinya kelainan kongenital dan kegugura
v  Penuhi kebutuhan akan asam folat.
v  Hindari asupan vitamin A berdosis tinggi. Vitamin A termasuk jenis vitamin yang tak larut dalam air tapi larut dalam lemak. Jadi, bila kelebihan akan tertimbun dalam tubuh. Dampaknya antara lain janin mengalami urogenital abnomali (terdapat gangguan sistem kencing dalam kelamin), mikrosefali (ukuran kepala kecil), terdapat gangguan kelenjar adrenal.
v  Jangan minum sembarang obat baik yang belum ataupun sudah diketahui memberi efek buruk terhadap janin.
v  Pilih makanan dan masakan yang sehat. Salah satunya hindari daging yang dimasak setengah matang (steak atau sate). Dikhawatirkan daging itu masih membawa kuman penyakit yang membahayakan janin dan ibunya.
v   Kalau ada infeksi obatilah segera : terutama infeksi TORCH (TOksoplasma, Rubela, Citomegalo, dan Herpes). Paling baik lakukan tes TORCH pada saat kehamilan masih direncanakan bukan setelah terjadinya pembuahan. Jika ibu diketahui sedang terinfeksi pengobatan bisa langsung dilakukan
           
                        Gambar 2.4. Anensefalus

5.      Omfalokel
Omfalokel adalah kelainan yang berupa protusi isi rongga perut ke luar dinding perut
sekitar umbilicus, benjolan terbungkus dalam suatu kantong. Omfalokel terjadi akibat hambatan kembalinya usus ke rongga perut dari posisi ekstra-abdominal di daerah umbilicus
yang terjadi dalam minggu keenam sampai kesepuluh kehidupan janin. Terkadang kelainan ini bersamaan dengan terjadinya kelainan kongenital lain, misalnya sindrom down. Pada omfalokel yang kecil, umumnya isi kantong terdiri atas usus saja sedangkan pada yang besar dapat pula berisi hati atau limpa.
Penanganan Tindakan operasi sebagai salah satu yang harus dipertimbangkan agar tidak terjadi cedera pada usus dan infeksi perut, segera dilakukan pembedahan untuk menutup omfalokel. Sebelum dilakukan operasi, bila kantong belum pecah, harus diberi merkurokrom dan diharapkan akan terjadi penebalan selaput yang menutupi kantong tersebut sehingga operasi dapat ditunda sampai beberapa bulan. Sebaiknya operasi dilakukan segera sesudah lahir, tetapi harus diingat bahwa dengan memasukkan semua isi usus dan otot visera sekaligus ke rongga abdomen akan menimbulkan tekanan yang mendadak pada paru sehingga timbul gejala gangguan pernapasan. Tindakan yang dapat dilakukan ialah dengan melindungi kantong omfalokel dengan cairan anti septik misalnya betadin dan menutupnya dengan kain dakron agar tidak tercemar. Setelah itu segera melaksanakan persiapan untuk merujuk ke Rumah Sakit untuk segera dilakukan pembedahan menutup omfalokel agar tidak terjadi cedera pada usus dan infeksi perut.
Omfalokel adalah suatu hernia pada pusat, sehingga isi perut keluar dan dibungkus suatu kantong peritoneum. Penanganannya adalah secara operatif dengan menutup lubang pada pusat. Kalau keadaan umum bayi tidak mengizinkan, isi perut yang keluar dibungkus steril dulu setelah itu baru dioperasi. Agar tidak terjadi cedera pada usus dan infeksi perut, segera dilakukan pembedahan untuk menutup omfalokel. Sebelum dilakukan operasi, bila kantong belum pecah, harus diberi merkurokrom dan diharapkan akan terjadi penebalan selaput yang menutupi kantong tersebut sehingga operasi dapat ditunda sampai beberapa bulan. Sebaiknya operasi dilakukan segera sesudah lahir, tetapi harus diingat bahwa dengan memasukkan semua isi usus dan otot visera sekaligus ke rongga abdomen akan menimbulkan tekanan yang mendadak pada paru sehingga timbul gejala gangguan pernapasan.

           
            Gambar Omfalokel

C.    Kelainan-kelaianan Turunan Mesoderm
1.      Polydactyly
Polidactyly ini terjadinya duplikasi jari-jari tangan dan kaki melebihi dari biasanya (muttaqin,2008). Kelainan dapat terjadi mulai dari duplikasi yang berupa jaringan lunak sampai duplikasi yang disertai dengan metacarpal dan phalang sendiri. Selama perkembangan embrio normal maka tangan yang awalnya berbentuk dayung akan terbelah menjadi jari yang terpisah. Polydactyly terjadi bila ada kesalahan dalam proses ini, dan jari tambahan terbentuk stelah satu jari terbelah menjadi dua.Banyak kasus tampaknya terjadi tanpa sebab yang jelas, sementara beberapa kasus terjadi karena cacat genetik adanya sindrom keturunan. Biasanya hanya satu tangan yang terpengaruh. Pada populasi orang kulit hitam tambahan pada jari kelingking (post axial polydactyly) adalah yang paling umum. Polydactyly didiagnosa setelah pemeriksaan riwayat kesehatan menyeluruh dan juga pemeriksaan fisik yang hati-hati. Sinar-  X sering digunakan untuk mengonfirmasikan diagnosa dan mengidentifikasi setiap keterlibatan tulang jari-jari dan tangan.
Pencegahan Pengobatan non bedah dapat dilakukan dengan memasang belat. Sedangkan metode pembedahan dapat meliputi operasi terbuka yang bertujuan untuk memperbaiki jaringan halus atau pecangkokan tulang, apabila gangguan terjadi pada tulang tangan. Pada umumnya, pengobatan akan lebih mudah dilakukan apabila hanya kulit dan jaringan halus yang ditangani, karena keduanya lebih lunak dan mudah untuk di ubah. Apabila gangguan tangan juga menyerang tulang dan sendi, maka resiko proses pengubahan akan bertanbah. Risiko tersebut harus ikut dipertimbangkan selama proses pengobatan.
Sumber : gambar polydactyly
2.      Kelainan Skoliosis
Skoliosis adalah kondisi kelengkungan abnormal ke arah samping pada tulang belakang. Kelengkungan ini umumnya terjadi pada sekitar segmen leher (servikal), dada (torakal), dan pinggang (lumbal). Dari seluruh dunia, anak-anak usia 10-14 tahun, sekitar 4% di antaranya akan mengalami masalah kelainan tulang belakang ini, dengan risiko lebih besar terjadi pada anak perempuan. Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab skloliosis. Di antaranya karena bawaan (kongenital) serta karena masalah neuromuskuler (kelumpuhan otot) yang ditimbulkan akibat inveksi penyakit polio, cerebral palsy, osteoporosis juvenil, dan distrofi otot. Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang sangat mudah diidentifikasi. Penderita umumnya akan memiliki gejala-gejala yang tampak, seperti : Melengkungnya tulang belakang ke arah samping secara abnormal Bahu dan pinggul tingginya tidak sama antara yang kiri dan kanan  Sering mengalami nyeri punggung terutama setelah berdiri atau duduk terlalu lama Adanya gangguan pernafasan (pada kondisi skoliosis parah dengan derajat kelengkungan >60 derajat)
Skioliosis adalah kelainan tulang belakang yang masih dapat disembuhkan. Akan tetapi, pengobatan biasanya akan tergantung dari penyebab, lokasi, serta berapa derajat kelengkungan tulang belakang yang diderita.  Pengobatan skioliosis yang paling sering dilakukan adalah dengan terapi penggunaan alat penyangga (brace) untuk menurukan progresivitas kelengkungan, terapi elektrospinal, serta melalui pembedahan dan pemasangan logam pembantu
Gambar kelainan Skoliosis

3.      Kelainan Lordosis

Lordosis adalah jenis kelainan tulang belakang yang dapat diidentifikasi dengan adanya bengkokan pada tulang punggung bagian bawah jika dilihat dari belakang. Kelainan tulang belakang ini tidak menunjukan gejala yang sama pada setiap penderitanya. Akan tetapi, penonjolan bokong, gangguan perkembangan paha, distrofi muskuler, dan gangguan neuromuskuler sering kali menjadi tanda yang paling mudah diketahui.
Beberapa penderita yang mengalami lordosis umumnya juga menunjukan gejala yang hampir sama dengan gejala deformitas tulang belakang lainnya. Oleh karena itu, untuk membedakan apakah suatu gejala yang muncul benar-benar merupakan gejala lordosis, beberapa pemeriksaan seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI), pemeriksaan sinar X, atau pemeriksaan Computed Tomography Scan (CT  Scan) mutlak dilakukan.
Jika lordosis disebabkan karena kelainan sikap tubuh, terapi sikap duduk, tidur, dan sikap aktivitas lainnya adalah metode pengobatan yang bisa menjadi pilihan. Akan tetapi jika lordosis disebabkan karena adanya gangguan paha, maka pengobatan neurotherapy adalah satu-satunya jalan yang dapat ditempuh.
Gambar Kelainan Lordosis

4.      Kelainan pada Tulang Osteoporosis

Steoporosis adalah penurunan densitas tulang, kerusakan arsitektur tulang, dan meluasnya kerapuhan tulang sehingga menurunkan kekuatan tulang. Padahal tulang adalah jaringan keras yang melindungi bagian vital tubuh dan membuat manusia dapat tegak, berjalan, dan mengangkat beban berat. jadi bagaimana bisa beraktivitas jika tulang kita rapuh.
Osteoporosis atau keropos tulang umunya lebih rentan diderita pada kaum wanita dibanding Pria. Berdasarkan penelitian di Amerika serikat, lebih dari 1,5 juta penderita patah tulang karena osteoporosis tiap tahunnya diderita oleh kaum wanita. karena wanita akan mengalami Menopause yang dapat menurunkan massa tulang, sehingga selama Menopause massa tulang dapat turun drastis kurang lebih sekitar 10% dari yang normal sehingga dapat menyebabkan kerapuhan atau keropos tulang. Kondisi rendahnya massa tulang ini bisanya baru disadari setelah seseorang mengalami patah tulang, umumnya terjadi pada tulang pinggul, tulang belakang atau tulang pergelangan tangan. Kekuatan massa tulang seseorang tergantung dari ukuran dan kepadatan tulang itu sendiri. kepadatan tulang sanagt tergantung pada jumlah asupan calsium, Phospor, dan mineral lainnya yang dibutuhkan oleh tulang. ketika tulang mengalami kekurangan asupan mineral, maka kepadatan tulang akan berkurang, sehingga menyebabkan kerapuhan dan mengalami perubahan struktur.
Para Ilmuwan telah banyak belajar dan meneliti penyebab terjadinya kerapuhan pada tulang, ternyata berkaitan dengan proses pembentukan tulang dalam tubuh. Tulang secara berkesinambungan mengalami proses pergantian atau regenerasi. Secara alamiah regenerasi sel tulang terjadi sekitar 2 sampai 3 bulan, proses ini akan meningkatkan massa tulang yang berfungsi menguatkan tulang kita. Namun ketika umur menginjak 35-40 tahun proses regenerasi sel perlahan-lahan menurun dan dapat menurunkan massa kepadatan tulang, sehingga dapat meningkatkan resiko osteoporosis atau keropos tulang.
Selain itu kurangnya asupan vitamin D dan kalsium, Phospor dan mineral lainnya dalam makanan, kondisi tubuh yang terlalu stress, gangguan kelenjar endokrin, asupan obat-obatan yang mengandung cortikosteroid juga dapat meningkatkan resiko terkena Osteoporosis.
GEJALA: patah tulang belakang, rasa nyeri, mulai dari ringan, sedang dan berat sampai tidak bisa bangun. patah tulang sendi pinggul selain nyeri hebat, juga tidak dapat berjalan selama lebih dari 6 bulan.
PENCEGAHANNYA: -perbaiki gizi pada makanan dan minuman yang mencakupi gizi lima sempurna yang mengandung cukup kalsium untuk pembentukan kerangka tulang yang kuat. -Olah raga yang teratur menjamin tulang dan otot tetap kuat -Usahakan untuk mendapatkan sinar matahari selama 30 menit dalam seminggu, untuk dapat membentuk struktur tulang yang kuat -Hindari makanan dan minuman yang dapat menyebabkan hilangnya kalsium dari tulang seperti: daging berlemak,kopi, minuman keras, garam, obat obatan dan rokok.
           
            Gambar Kelainan pada Tulang Osteoporosis
5.      Sirenomella
Sirenomella adalah cacat lahir dimana bayi yang terkena dilahirkan dengan ekstremitas tunggal yang rendah atau dengan dua kaki yang disatukan. Gejala dan temuan fisik yang terkait dengan kondisi ini sangat bervariasi diantara individu yang  terkena dan mungkin termasuk malformasi tulang belakang dan sistem kerangka (umumnya dengan vertebra tidak ada atau cacat), tidak ada atau terbelakang seks internal dan eksternalorgan, rektum, ginjal, dan kandung kemih, pembukaan rektum tertutup dan kelainan lain pada saluran gastrointestinal bagian bawah.
Pencegahan : Untuk pencegahan kelainan sirenomella (mermaid syndrom) ini belum ada. Hingga saat ini pun, para dokter dan ahli masih belum mengetahui apa sebenarnya penyebab dari sindrom ini yang juga disebut dengan sirenomelia. Sindrom Mermaid ini juga sangat jarang ditemui. Hanya 1: 100 ribu kehamilan. Namun, tak semua bayi pengidap sindrom ini harus diaborsi dan bertahan sebentar. 
            Gambar sirenomella (mermaid syndrom)




BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan materi di atas dapat disimpulkan bahwa kelainan yang terdapat pada turunan derivat ektoderm sangat banyak ini dikarenakan adanya pembelahan yg kurang maksimal pada derivat tersebut sehingga terjadi kelainan. Kelainan-kelainan ini masing-masing nya terdapat pencegahan walaupun ada satu-satu yang belum di dapat kan bagaimana cara pencegahannya. Derivat-derivat ini antara lain yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm.
B. Saran
Sebaiknya para penyaji membuat makalah ini dengan teliti agar hasil yang diperoleh objektif. Selain itu, penyaji harus membuat makalah sesuai dengan prosedur yang ada, sehingga tidak terjadi kesalahan saat penyajian makalah sehingga dapat didapatkan hasil yang memuaskan.




BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Organogenesis adalah suatu proses pembentukan organ yang berasal dari  tiga lapisan germinal embrio yang telah terbentuk terlebih dahulu pada tahap gastrulasi. Masing- masing lapisan yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm akan membentuk suatu bumbung yang  akan berkembang menjadi sistem organ tertentu yang berbeda namun berkaitan satu dengan yang lain. Pada organogenesis juga terjadi tahap pertumbuhan akhir embrio yaitu penyelesaian secara halus bentuk definitif menjadi ciri suatu individu (Anonim, 2011).

Lapisan-lapisan tersebut berkembang menjadi turunan jaringan dan organ masing-masing pada saat dewasa. Misalnya  lapisan Ektoderm akan berdiferensiasi menjadi cor (jantung), otak (sistem saraf), integumen (kulit), rambut dan alat indera. Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot, rangka (tulang/osteon), alat reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti ren. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo. Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup. Contohnya : Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo. Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup. Contohnya : Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata (Anonim, 2011).

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah kelainan kelainan turunan Endoderm?
2.      Bagaimanakah  kelainan-kelainan turunan Ektoderm ?
3.      Bagaimanakah kelainan-kelainan Mesoderm  ? 


C.     Tujuan
            Adapun tujuan penyusunan makalah ini meliputi :
1.      Mengetahui kelaianan-kelainan Endoderm
2.      Mengetahui kelainan-kelainan dari Ektoderm
3.      Mengetahui kelainan-kelainan Mesoderm
















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Kelainan-kelainan Turunan Endoderm
Selama perkembangan awal, kebanyakan hewan melalui proses yang disebut gastrulasi. Ini menyusun sel-sel embrio, sekarang disebut gastrula, untuk menghasilkan lapisan germinal embrio yang berbeda. Beberapa hewan yang diploblastik dan hanya memiliki dua lapisan germ: endoderm dan ektoderm. Endoderm adalah lapisan germinal terdalam dan dikelilingi oleh ektoderm dibagian luar.
Ubur-ubur, anemon laut, karang, dan ubur-ubur sisir adalah diploblastik. Sebagian besar hewan lain, termasuk manusia, adalah triploblastik. Ini berarti bahwa mereka memiliki tiga lapisan germinal yang berbeda. Di antara endoderm dan ektoderm adalah lapisan yang disebut mesoderm. Masing-masing lapisan jaringan ini akan berkembang menjadi struktur dewasa yang berbeda. Sebagai contoh, pada manusia:
  • Ektoderm: berkembang menjadi sistem saraf (otak dan sumsum tulang belakang) dan lapisan kulit luar.
  • Mesoderm: memproduksi sebagian besar sistem organ Anda, termasuk sistem tulang dan otot Anda.
  • Endoderm: berkembang menjadi hanya Anda jaringan terdalam dan organ.
Derivatif dari endoderm
Ø  Saluran pencernaan Lapisan epitel dalam dari sebagian besar saluran pencernaan berasal dari endoderm. Saluran pencernaan adalah tabung sistem pencernaan Anda yang meliputi mulut, faring (tenggorokan), esophagus (tabung yang mengarah ke perut), perut, usus, dan anus. Lapisan mulut dan anus adalah bagian eksternal yang paling dan benar-benar berasal dari lapisan ektoderm. Namun, sisa dari lapisan gastrointestinal tidak dikembangkan dari endoderm.
Ø  Saluran pernapasan
Saluran pernapasan berjalan dari hidung ke paru-paru Anda. Jaringan yang melapisi bagian hidung bagian dalam Anda terbuat dari ektoderm, tapi sisa lapisan saluran pernapasan berasal dari endoderm. Ini termasuk laring (kotak suara), trakea (tenggorokan), tabung kecil yang mengarah ke paru-paru, dan permukaan pernafasan dari paru-paru.
Ø  Saluran Kemih
Bagian dari kandung kemih dan uretra dari sistem urin berasal dari endoderm. Ini saluran kemih menyimpan kandung urine sampai uretra melepaskannya di luar tubuh.
Adapun kelainan-kelainan pada turunan Endoderm
1.       Gastroschisis
            Gastroschisis adalah cacat lahir pada dinding perut, di mana usus bayi tergantung keluar tubuh tanpa lapisan pelindung melalui lubang di dekat pusar. Lubang pada dinding perut yang menyebabkan usus atau organ lainnya tergantung diluar tubuh biasanya berada di sebelah kanan pusar. Ukuran lubang tersebut berbeda-beda pada tiap penderita. Kondisi yang disebabkanoleh gastroschisis hampir mirip dengan omfalokel, namun pada omfalokel usus dan organ tubuh lainnya tergantung di luar tubuh terbungkus dengan membran tipis.          Pencegahan Tindakan yang biasa digunakan oleh dokter untuk menangani gastroschisis adalah pembedahan darurat. Bayi yang megidap kelainan ini biasanya membutuhkan tindakan pembedahan lebih dari sekali. Prosedur umum yang dilkaukan untuk pembedahan adalah memasukan kembali organ yang berada di luar perut, kemudian memasang kain pembalut yang biasa untuk menekan perut sehingga menahan usus tetap di dalam rongga perut, sampai luka sembuh sendiri. Perawatannya yaitu dengan memberi nutrisi lewat infus dan memberi obat antibiotik untuk mencegah infeksi.

           
                   Sumber : gambar gastroschisis
2.      Sindrom respiratory distress (RDS)
          RDS ini adalah gangguan pernapasan yang mempengaruhi bayi yang baru lahir. Kelainan ini sering terjadi pada bayi prematur yang lahir sekitar 6 minggu atau lebih sebelum tanggal jatuh tempo. RDS sering terjadi pada bayi prematur karena paru-paru mereka tidak mampu membuat cukup surfaktan. Surfaktan yaitu cairan yang melapisi bagian dalam paru-paru.
            Pencegahan Untuk mencegah terjadinya RDS maka dilakukan :
Ø  Perawatan prenatal yang baik, mulai sedini munngkin dalam kehamilan
Ø  Makan makanan yanng sehat dan konsumsi suplement tambahan seperti vitamin dan tablet penambah besi
Ø   Hindari rokok, alkohol dan narkoba
Ø  Pada saat kehamilan, hindari konsumsi obat atau jamu yang dijual bebas tanpa resep dokter
Ø   Perbanyak asupan makan bergizi
Ø  Pola hidup sehat dan cukup olahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh

                   Gambar Respiratory Distress Syndrom (RDS)
3.       Esophageal stenosis
            Kelainan ini akan terjadi dekat kerongkongan yang akan mempersempit kerongkongan. Penyempitan ini bisa diakibatkan oleh trauma, pembedahan, peradangan kronis, dan radiasi. Stenosis esopagus dapat menyebabkan kesulitan menelan, terutama makanan yang padat.
            Pencegahan  Untuk mencegah terjadinya kelainan ini maka perlu dilaksanakan langkah-langkah berikut yakni konsultasi dengan dokter jika terkena kelainan esophagus stenosisi atau penyempitan esopagus ini, hindari konsumsi zat kaustik dan jauhkan zat korosif.
                                 
                   Sumber : gambar esophagus stenosis
4.      Extrahepatic biliary atresia
Disebabkan karena kegagalan dalam rekanalisasi duktus selama perkembangan. Pencegahan Untuk mencegah terjadinya kelainan ini maka dilakukan tindakan kasai. Tindakan kasai adalah pengobatan utama bagi kelainan ini. Pada tindakan ini saluran empedu yang telah rusak akan diangkat dan akan diganti dengan bagian kecil dari usus. Sehingga, cairan empedu dapat mengalir dengan normal. Ini bukanlah tindakan kuratif, tapi paling tidak cairan empedu dapat mengalir ke usus. Dengan demikian, dapat mengurangi gejala-gejala yang muncul, misalnya penyakit kuning.
Gambar extrahepatic biliary atresia


5.       Pankreas annular
Pankreas annular ini adalah kondisi langka dimana bagian kedua duodenum dikelilingi oleh cincin jaringan pankreas yang terus berlanjut dengan kepala pankreas. Bagian pankreas ini bisa menyempitkan duodenum dan menghalangi atau mengganggu aliran makanan ke sisa usus.
 PencegahanKita tidak bisa mencegah pankreas annular. Namun ada beberapa langkah yang harus dilakukan saat kehamilan agar bayi yang sehat :
a. pertahankan diet sehat selama kehamilan termasuk buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
b. menemui dokter secara teratur untuk memeriksa prenatal
c. jangan mengonsumsi alkohol
d. jangan merokok bagi suami di dekat kehamilan.
                       
                  
Gambar pankreas annular

B.     Kelainan-kelainan pada turunan Ektoderm

1.      Spina Bifida
Spina Bifida termasuk dalam kelompok neural tube defect yaitu suatu celah pada
tulang belakang yang terjadi karena bagian dari satu atau beberapa vertebra gagal menutup
atau gagal terbentuk secara utuh. Kelainan ini biasanya disertai kelainan di daerah lain,
misalnya hidrosefalus, atau gangguan fungsional yang merupakan akibat langsung spina
bifida sendiri, yakni gangguan neurologik yang mengakibatkan gangguan fungsi otot dan
pertumbuhan tulang pada tungkai bawah serta gangguan fungsi otot sfingter.

            Pencegahan Spina Bifida Langkah utama untuk menghindari terjadinya spina bifida adalah dengan mencukupi kebutuhan asam folat, terutama selama masa kehamilan. Konsumsi zat ini umumnya dianjurkan sejak sebelum masa kehamilan. Dosis asam folat yang disarankan adalah sebanyak 400 mikrogram per hari. Selain ibu hamil dan wanita yang sedang merencanakan kehamilan, wanita pada usia subur juga diajurkan untuk mengonsumsi suplemen asam folat. Zat ini juga dapat diperoleh secara alami dari makanan, seperti bayam, kuning telur, kacang-kacangan, serta brokoli.


Gambar Spina Bifida
2.      Labiopalatoskisis (Celah Bibir dan Langit-langit)
Labiopalatoskisis adalah kelainan kongenital pada bibir dan langit-langit yang dapat
terjadi secara terpisah atau bersamaan yang disebabkan oleh kegagalan atau penyatuan
struktur fasial embrionik yang tidak lengkap. Kelainan ini cenderung bersifat diturunkan
(hereditary), tetapi dapat terjadi akibat faktor non-genetik. Palatoskisis adalah adanya celah pada garis tengah palato yang disebabkan oleh kegagalan penyatuan susunan palato pada masa kehamilan 7-12 minggu. Komplikasi potensial meliputi infeksi, otitis media, dan kehilangan pendengaran.
            Berikut adalah beberapa saran tentang bagaimana mencegah mendapatkan anak dengan bibir sumbing dan celah langit-langit.
·         Jika Anda memiliki riwayat keluarga bibir sumbing dan celah langit-langit, Anda mungkin ingin berkonsultasi dengan konselor genetik sebelum mendapatkan anak.
·         Jika Anda berencana untuk hamil segera, tanyakan kepada dokter Anda jika Anda memerlukan vitamin prenatal.
·         Hindari merokok tembakau dan konsumsi alkohol. Ini dapat meningkatkan risiko memiliki anak dengan bibir sumbing dan celah langit-langit.
·         Hindari obesitas selama kehamilan. Jika perlu, pertimbangkan kehilangan berat sebelum hamil. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk cara sehat untuk menurunkan berat badan.
Gambar Labiopalatoskisis

3.      Hidrosefalus
Hidrosefalus adalah kelainan patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya
cairan serebrospinal dengan atau pernah dengan tekanan intrakranial yang meninggi, sehingga terdapat pelebaran ventrikel dan dapat diakibatkan oleh gangguan reabsorpsi LCS (hidrisefalus komunikans) atau diakibatkan oleh obstruksi aliran LCS melalui ventrikel dan masuk ke dalam rongga subaraknoid (hidrosefalus non komunikans). Hidrosefalus dapat timbul sebagai hidrosefalus kongenital atau hidrosefalus yang terjadi postnatal. Secara klinis, hidrosefalus kongenital dapat terlihat sebagai pembesaran kepala segera setelah bayi lahir, atau terlihat sebagai ukuran kepala normal tetapi tumbuh cepat sekali pada bulan pertama setelah lahir. Peninggian tekanan intrakranial menyebabkan iritabilitas, muntah, kehilangan nafsu makan, gangguan melirik ke atas, gangguan pergerakan bola mata, hipertonia ekstrimitas bawah, dan hiperefleksia. Etiologi hidrosefalus kongenital dapat bersifat heterogen. Pada dasarnya meliputi produksi cairan serebrospinal di pleksus korioidalis yang berlebih, gangguan absorpsi di vilus araknoidalis, dan obsruksi pada sirkulasi cairan serebrospinal.
Penanganannya dapat meliputi operasi dengan memasukkan shunt, obat-obatan dan terapi/rehabilitiasi. Pada anak-anak, bila hidrosefalus tidak segera ditangani maka akan menyebabkan jaringan otak tidak dapat berkembang dengan baik yang menimbulkan gangguan kecerdasan dan perkembangan motorik terhambat. Tujuan penanganan pada kasus hidrosefalus adalah untuk mengurangi atau mencegah kerusakan pada otak dengan cara memperlancar (mengalirkan) cairan CSF yang tersumbat keluar. Jika memungkinkan dapat dilakukan dengan jalan operasi untuk menghilangkan sumbatan pada otak. Jika tidak memungkinkan, penanganannya dilakukan dengan menempatkan pipa kecil bernama shunt di otak untuk mengalirkan cairan CSF keluar (ke bagian tubuh lain, seperti ke perut yaitu tempat dimana cairan tersebut dapat diserap selayaknya sistem penyerapan normal).

           
Gambar Hidrosefalus
4.      Anensefalus
Anensefalus adalah suatu keadaan dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak
tidak terbentuk. Anensefalus merupakan suatu kelainan tabung saraf yang terjadi pada awal perkembangan janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk otak. Salah satu
gejala janin yang dikandung mengalami anensefalus jika ibu hamil mengalami polihidramnion (cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak). Prognosis untuk kehamilan dengan anensefalus sangat sedikit. Jika bayi lahir hidup, maka biasanya akan mati dalam beberapa jam atau hari setelah lahir.
Penanganan dan pencegahan janin / bayi baru lahir dengan anensephalus:
Pe
nanganan pada bayi anensephalus akan ditujukan untuk memberikan dukungan emosional kepada keluarga. Karena tidak ada pengobatan untuk anenshepalus, kurangnya pembentukan otak, sekitar 75 % dapat menyebabkan bayi lahir mati. Resiko terjadinya anenshepalus bisa dikurangi dan dicegah dengan meningkatkan asupan asam folat 400 mikrogram sehari pada wanita usia subur atau selambat-lambatnya pada wanita yang sedang hamil pada awal trimester pertama (3 bulan pertama) dimana merupakan saat-saat terpenting pembentukan tabung saraf. Pemberian dapat berupa suplemen atau asam folat yang dapat ditemukan dalam makanan dan minuman seperti susu, sereal, buah- buahan seperti alpukat, papaya, jeruk, stroberry. Makanan yang mengandung asam folat hendaknya dikonsumsi bersamaan dengan sayuran dan karbohidrat yang seimbang. Ada brokoli, wortel dan bayam yang juga mengandung asam folat dan juga berfungsi sebagai sayuran. Sumber karbohidrat yang baik adalah gandum.
Apapun makanan yang mengandung asam folat yang dikonsumsi, sebaiknya diiringi dengan asupan kadar gizi yang seimbang guna membuat kondisi tubuh menjadi lebih stabil dan terhindari dari pengaruh buruk radikal bebas, apalagi untuk calon ibu yang  sedang hamil . Selain itu pencegahan dapat juga dilakukan dengan :
v  Usahakan untuk tidak hamil jika usia ibu sudah mencapai 40 tahun.
v    Lakukan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care yang rutin dan usahakan untuk melakukan USG minimal tiap trimester.
v   Jalani pola hidup sehat. Hentikan kebiasaan merokok dan hindari asap rokok, alkohol dan narkoba karena dapat menghambat pertumbuhan janin serta memperbesar peluang terjadinya kelainan kongenital dan kegugura
v  Penuhi kebutuhan akan asam folat.
v  Hindari asupan vitamin A berdosis tinggi. Vitamin A termasuk jenis vitamin yang tak larut dalam air tapi larut dalam lemak. Jadi, bila kelebihan akan tertimbun dalam tubuh. Dampaknya antara lain janin mengalami urogenital abnomali (terdapat gangguan sistem kencing dalam kelamin), mikrosefali (ukuran kepala kecil), terdapat gangguan kelenjar adrenal.
v  Jangan minum sembarang obat baik yang belum ataupun sudah diketahui memberi efek buruk terhadap janin.
v  Pilih makanan dan masakan yang sehat. Salah satunya hindari daging yang dimasak setengah matang (steak atau sate). Dikhawatirkan daging itu masih membawa kuman penyakit yang membahayakan janin dan ibunya.
v   Kalau ada infeksi obatilah segera : terutama infeksi TORCH (TOksoplasma, Rubela, Citomegalo, dan Herpes). Paling baik lakukan tes TORCH pada saat kehamilan masih direncanakan bukan setelah terjadinya pembuahan. Jika ibu diketahui sedang terinfeksi pengobatan bisa langsung dilakukan
           
                        Gambar 2.4. Anensefalus

5.      Omfalokel
Omfalokel adalah kelainan yang berupa protusi isi rongga perut ke luar dinding perut
sekitar umbilicus, benjolan terbungkus dalam suatu kantong. Omfalokel terjadi akibat hambatan kembalinya usus ke rongga perut dari posisi ekstra-abdominal di daerah umbilicus
yang terjadi dalam minggu keenam sampai kesepuluh kehidupan janin. Terkadang kelainan ini bersamaan dengan terjadinya kelainan kongenital lain, misalnya sindrom down. Pada omfalokel yang kecil, umumnya isi kantong terdiri atas usus saja sedangkan pada yang besar dapat pula berisi hati atau limpa.
Penanganan Tindakan operasi sebagai salah satu yang harus dipertimbangkan agar tidak terjadi cedera pada usus dan infeksi perut, segera dilakukan pembedahan untuk menutup omfalokel. Sebelum dilakukan operasi, bila kantong belum pecah, harus diberi merkurokrom dan diharapkan akan terjadi penebalan selaput yang menutupi kantong tersebut sehingga operasi dapat ditunda sampai beberapa bulan. Sebaiknya operasi dilakukan segera sesudah lahir, tetapi harus diingat bahwa dengan memasukkan semua isi usus dan otot visera sekaligus ke rongga abdomen akan menimbulkan tekanan yang mendadak pada paru sehingga timbul gejala gangguan pernapasan. Tindakan yang dapat dilakukan ialah dengan melindungi kantong omfalokel dengan cairan anti septik misalnya betadin dan menutupnya dengan kain dakron agar tidak tercemar. Setelah itu segera melaksanakan persiapan untuk merujuk ke Rumah Sakit untuk segera dilakukan pembedahan menutup omfalokel agar tidak terjadi cedera pada usus dan infeksi perut.
Omfalokel adalah suatu hernia pada pusat, sehingga isi perut keluar dan dibungkus suatu kantong peritoneum. Penanganannya adalah secara operatif dengan menutup lubang pada pusat. Kalau keadaan umum bayi tidak mengizinkan, isi perut yang keluar dibungkus steril dulu setelah itu baru dioperasi. Agar tidak terjadi cedera pada usus dan infeksi perut, segera dilakukan pembedahan untuk menutup omfalokel. Sebelum dilakukan operasi, bila kantong belum pecah, harus diberi merkurokrom dan diharapkan akan terjadi penebalan selaput yang menutupi kantong tersebut sehingga operasi dapat ditunda sampai beberapa bulan. Sebaiknya operasi dilakukan segera sesudah lahir, tetapi harus diingat bahwa dengan memasukkan semua isi usus dan otot visera sekaligus ke rongga abdomen akan menimbulkan tekanan yang mendadak pada paru sehingga timbul gejala gangguan pernapasan.


           
            Gambar Omfalokel

C.    Kelainan-kelaianan Turunan Mesoderm
1.      Polydactyly
Polidactyly ini terjadinya duplikasi jari-jari tangan dan kaki melebihi dari biasanya (muttaqin,2008). Kelainan dapat terjadi mulai dari duplikasi yang berupa jaringan lunak sampai duplikasi yang disertai dengan metacarpal dan phalang sendiri. Selama perkembangan embrio normal maka tangan yang awalnya berbentuk dayung akan terbelah menjadi jari yang terpisah. Polydactyly terjadi bila ada kesalahan dalam proses ini, dan jari tambahan terbentuk stelah satu jari terbelah menjadi dua.Banyak kasus tampaknya terjadi tanpa sebab yang jelas, sementara beberapa kasus terjadi karena cacat genetik adanya sindrom keturunan. Biasanya hanya satu tangan yang terpengaruh. Pada populasi orang kulit hitam tambahan pada jari kelingking (post axial polydactyly) adalah yang paling umum. Polydactyly didiagnosa setelah pemeriksaan riwayat kesehatan menyeluruh dan juga pemeriksaan fisik yang hati-hati. Sinar-  X sering digunakan untuk mengonfirmasikan diagnosa dan mengidentifikasi setiap keterlibatan tulang jari-jari dan tangan.
Pencegahan Pengobatan non bedah dapat dilakukan dengan memasang belat. Sedangkan metode pembedahan dapat meliputi operasi terbuka yang bertujuan untuk memperbaiki jaringan halus atau pecangkokan tulang, apabila gangguan terjadi pada tulang tangan. Pada umumnya, pengobatan akan lebih mudah dilakukan apabila hanya kulit dan jaringan halus yang ditangani, karena keduanya lebih lunak dan mudah untuk di ubah. Apabila gangguan tangan juga menyerang tulang dan sendi, maka resiko proses pengubahan akan bertanbah. Risiko tersebut harus ikut dipertimbangkan selama proses pengobatan.
Sumber : gambar polydactyly
2.      Kelainan Skoliosis
Skoliosis adalah kondisi kelengkungan abnormal ke arah samping pada tulang belakang. Kelengkungan ini umumnya terjadi pada sekitar segmen leher (servikal), dada (torakal), dan pinggang (lumbal). Dari seluruh dunia, anak-anak usia 10-14 tahun, sekitar 4% di antaranya akan mengalami masalah kelainan tulang belakang ini, dengan risiko lebih besar terjadi pada anak perempuan. Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab skloliosis. Di antaranya karena bawaan (kongenital) serta karena masalah neuromuskuler (kelumpuhan otot) yang ditimbulkan akibat inveksi penyakit polio, cerebral palsy, osteoporosis juvenil, dan distrofi otot. Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang sangat mudah diidentifikasi. Penderita umumnya akan memiliki gejala-gejala yang tampak, seperti : Melengkungnya tulang belakang ke arah samping secara abnormal Bahu dan pinggul tingginya tidak sama antara yang kiri dan kanan  Sering mengalami nyeri punggung terutama setelah berdiri atau duduk terlalu lama Adanya gangguan pernafasan (pada kondisi skoliosis parah dengan derajat kelengkungan >60 derajat)
Skioliosis adalah kelainan tulang belakang yang masih dapat disembuhkan. Akan tetapi, pengobatan biasanya akan tergantung dari penyebab, lokasi, serta berapa derajat kelengkungan tulang belakang yang diderita.  Pengobatan skioliosis yang paling sering dilakukan adalah dengan terapi penggunaan alat penyangga (brace) untuk menurukan progresivitas kelengkungan, terapi elektrospinal, serta melalui pembedahan dan pemasangan logam pembantu
Gambar kelainan Skoliosis

3.      Kelainan Lordosis

Lordosis adalah jenis kelainan tulang belakang yang dapat diidentifikasi dengan adanya bengkokan pada tulang punggung bagian bawah jika dilihat dari belakang. Kelainan tulang belakang ini tidak menunjukan gejala yang sama pada setiap penderitanya. Akan tetapi, penonjolan bokong, gangguan perkembangan paha, distrofi muskuler, dan gangguan neuromuskuler sering kali menjadi tanda yang paling mudah diketahui.
Beberapa penderita yang mengalami lordosis umumnya juga menunjukan gejala yang hampir sama dengan gejala deformitas tulang belakang lainnya. Oleh karena itu, untuk membedakan apakah suatu gejala yang muncul benar-benar merupakan gejala lordosis, beberapa pemeriksaan seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI), pemeriksaan sinar X, atau pemeriksaan Computed Tomography Scan (CT  Scan) mutlak dilakukan.
Jika lordosis disebabkan karena kelainan sikap tubuh, terapi sikap duduk, tidur, dan sikap aktivitas lainnya adalah metode pengobatan yang bisa menjadi pilihan. Akan tetapi jika lordosis disebabkan karena adanya gangguan paha, maka pengobatan neurotherapy adalah satu-satunya jalan yang dapat ditempuh.
Gambar Kelainan Lordosis

4.      Kelainan pada Tulang Osteoporosis

Steoporosis adalah penurunan densitas tulang, kerusakan arsitektur tulang, dan meluasnya kerapuhan tulang sehingga menurunkan kekuatan tulang. Padahal tulang adalah jaringan keras yang melindungi bagian vital tubuh dan membuat manusia dapat tegak, berjalan, dan mengangkat beban berat. jadi bagaimana bisa beraktivitas jika tulang kita rapuh.
Osteoporosis atau keropos tulang umunya lebih rentan diderita pada kaum wanita dibanding Pria. Berdasarkan penelitian di Amerika serikat, lebih dari 1,5 juta penderita patah tulang karena osteoporosis tiap tahunnya diderita oleh kaum wanita. karena wanita akan mengalami Menopause yang dapat menurunkan massa tulang, sehingga selama Menopause massa tulang dapat turun drastis kurang lebih sekitar 10% dari yang normal sehingga dapat menyebabkan kerapuhan atau keropos tulang. Kondisi rendahnya massa tulang ini bisanya baru disadari setelah seseorang mengalami patah tulang, umumnya terjadi pada tulang pinggul, tulang belakang atau tulang pergelangan tangan. Kekuatan massa tulang seseorang tergantung dari ukuran dan kepadatan tulang itu sendiri. kepadatan tulang sanagt tergantung pada jumlah asupan calsium, Phospor, dan mineral lainnya yang dibutuhkan oleh tulang. ketika tulang mengalami kekurangan asupan mineral, maka kepadatan tulang akan berkurang, sehingga menyebabkan kerapuhan dan mengalami perubahan struktur.
Para Ilmuwan telah banyak belajar dan meneliti penyebab terjadinya kerapuhan pada tulang, ternyata berkaitan dengan proses pembentukan tulang dalam tubuh. Tulang secara berkesinambungan mengalami proses pergantian atau regenerasi. Secara alamiah regenerasi sel tulang terjadi sekitar 2 sampai 3 bulan, proses ini akan meningkatkan massa tulang yang berfungsi menguatkan tulang kita. Namun ketika umur menginjak 35-40 tahun proses regenerasi sel perlahan-lahan menurun dan dapat menurunkan massa kepadatan tulang, sehingga dapat meningkatkan resiko osteoporosis atau keropos tulang.
Selain itu kurangnya asupan vitamin D dan kalsium, Phospor dan mineral lainnya dalam makanan, kondisi tubuh yang terlalu stress, gangguan kelenjar endokrin, asupan obat-obatan yang mengandung cortikosteroid juga dapat meningkatkan resiko terkena Osteoporosis.
GEJALA: patah tulang belakang, rasa nyeri, mulai dari ringan, sedang dan berat sampai tidak bisa bangun. patah tulang sendi pinggul selain nyeri hebat, juga tidak dapat berjalan selama lebih dari 6 bulan.
PENCEGAHANNYA: -perbaiki gizi pada makanan dan minuman yang mencakupi gizi lima sempurna yang mengandung cukup kalsium untuk pembentukan kerangka tulang yang kuat. -Olah raga yang teratur menjamin tulang dan otot tetap kuat -Usahakan untuk mendapatkan sinar matahari selama 30 menit dalam seminggu, untuk dapat membentuk struktur tulang yang kuat -Hindari makanan dan minuman yang dapat menyebabkan hilangnya kalsium dari tulang seperti: daging berlemak,kopi, minuman keras, garam, obat obatan dan rokok.
           
            Gambar Kelainan pada Tulang Osteoporosis
5.      Sirenomella
Sirenomella adalah cacat lahir dimana bayi yang terkena dilahirkan dengan ekstremitas tunggal yang rendah atau dengan dua kaki yang disatukan. Gejala dan temuan fisik yang terkait dengan kondisi ini sangat bervariasi diantara individu yang  terkena dan mungkin termasuk malformasi tulang belakang dan sistem kerangka (umumnya dengan vertebra tidak ada atau cacat), tidak ada atau terbelakang seks internal dan eksternalorgan, rektum, ginjal, dan kandung kemih, pembukaan rektum tertutup dan kelainan lain pada saluran gastrointestinal bagian bawah.
Pencegahan : Untuk pencegahan kelainan sirenomella (mermaid syndrom) ini belum ada. Hingga saat ini pun, para dokter dan ahli masih belum mengetahui apa sebenarnya penyebab dari sindrom ini yang juga disebut dengan sirenomelia. Sindrom Mermaid ini juga sangat jarang ditemui. Hanya 1: 100 ribu kehamilan. Namun, tak semua bayi pengidap sindrom ini harus diaborsi dan bertahan sebentar. 
            Gambar sirenomella (mermaid syndrom)




BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan materi di atas dapat disimpulkan bahwa kelainan yang terdapat pada turunan derivat ektoderm sangat banyak ini dikarenakan adanya pembelahan yg kurang maksimal pada derivat tersebut sehingga terjadi kelainan. Kelainan-kelainan ini masing-masing nya terdapat pencegahan walaupun ada satu-satu yang belum di dapat kan bagaimana cara pencegahannya. Derivat-derivat ini antara lain yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm.
B. Saran
Sebaiknya para penyaji membuat makalah ini dengan teliti agar hasil yang diperoleh objektif. Selain itu, penyaji harus membuat makalah sesuai dengan prosedur yang ada, sehingga tidak terjadi kesalahan saat penyajian makalah sehingga dapat didapatkan hasil yang memuaskan.



Comments

Post a Comment